banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Kemarau Bikin Warga Sekunder C Kesulitan Air Bersih, Pemprov Kalbar Kirim Truk Tangki

×

Kemarau Bikin Warga Sekunder C Kesulitan Air Bersih, Pemprov Kalbar Kirim Truk Tangki

Sebarkan artikel ini

KUBU RAYA — Musim kemarau mulai menyulitkan warga Sekunder C, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, mendapatkan air bersih. Debit sumur warga menurun, sementara kebutuhan air untuk memasak dan minum terus berjalan.

Kondisi itu mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan air bersih ke kawasan tersebut. Truk tangki dikerahkan untuk memasok kebutuhan air warga yang terdampak kemarau.

Bantuan itu disalurkan setelah Gubernur Kalbar Ria Norsan menginstruksikan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di kawasan Sekunder C.

Kedatangan truk tangki disambut warga dengan membawa jeriken, ember, hingga galon. Mereka mengantre untuk mendapatkan air yang akan digunakan terutama untuk kebutuhan memasak dan minum.

Salah seorang warga, Suminem (45), mengatakan kondisi sumber air di kawasan tersebut mulai menyulitkan warga. Sumur bor yang selama ini menjadi andalan mengalami penurunan debit dan kualitas air.

“Kami mewakili warga Sekunder C mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Kalbar. Selama kemarau ini, kami kesulitan mencari air bersih untuk minum, dan bantuan air bersih ini benar-benar menjadi solusi yang kami tunggu-tunggu,” ujar Suminem di lokasi pembagian.

Kesulitan air juga berdampak pada pengeluaran rumah tangga. Warga yang tidak mendapatkan cukup air dari sumur terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.

Jamal (38), petani di Sekunder C, mengatakan keluarganya biasanya harus membeli air galon untuk kebutuhan memasak.

“Biasanya kami harus beli air galon untuk dimasak. Dengan adanya bantuan dari Gubernur Kalbar ini, kami sangat terbantu, beban ekonomi sedikit berkurang dan kebutuhan air bersih keluarga tercukupi,” katanya.

Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan kebakaran lahan yang masih ditangani petugas gabungan di Sekunder C. Karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman berlangsung tidak mudah.

Selain menyalurkan air bersih untuk warga, Norsan saat meninjau lokasi karhutla juga memberikan bantuan kepada petugas dan relawan yang berjibaku memadamkan api. Bantuan tersebut berupa masker, makanan, dan vitamin.

Norsan sebelumnya mengatakan pemadaman karhutla di Sekunder C telah berlangsung selama dua hari. Menurut dia, kebakaran di lahan gambut membutuhkan penanganan ekstra karena api dapat menyala di bawah permukaan tanah.

Penanganan di kawasan tersebut kini berlangsung bersamaan dengan upaya memenuhi kebutuhan dasar warga. Pemerintah tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga menyiapkan dukungan air bersih dan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kemarau dan kabut asap.

Pemprov Kalbar juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau untuk mencegah munculnya titik api baru dan meluasnya dampak karhutla.