PONTIANAK — PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan memperkuat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Barat. Sebanyak 46 armada mobil tangki melalui skema spot charter kini mendukung pengiriman BBM dari Integrated Terminal (IT) Pontianak ke sejumlah wilayah.
Penguatan armada tersebut dilakukan dengan mendatangkan lima mobil tangki dari Pulau Jawa dan empat unit dari Kalimantan Selatan. Penambahan itu dilakukan untuk merespons kebutuhan operasional, terutama pengiriman BBM ke wilayah dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan penambahan armada merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di Kalimantan Barat.
“Penguatan armada terus kami lakukan menyesuaikan kebutuhan operasional di lapangan. Dengan tambahan armada spot charter ini, kapasitas distribusi menjadi semakin kuat, khususnya untuk mendukung pengiriman ke wilayah dengan jarak tempuh panjang,” ujar Edi, Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, selain armada reguler, Pertamina juga menerapkan pola penyaluran darurat dengan pemenuhan suplai melalui IT Pontianak. Skema tersebut digunakan untuk menjaga kesinambungan distribusi BBM dari Pontianak menuju Sintang, Sanggau, dan sejumlah wilayah lainnya.
Pertamina juga menyiapkan titik suplai tambahan sementara melalui mekanisme direct loading. Dalam skema ini, BBM dari kapal tanker dimuat langsung ke mobil tangki di dermaga wilayah Tayan, Kabupaten Sanggau.
Keberadaan titik suplai alternatif itu diharapkan dapat memperpendek jalur distribusi dan mempercepat pengiriman BBM menuju lembaga penyalur di Sanggau dan wilayah sekitarnya.
“Implementasi direct loading di Tayan memberikan alternatif pola suplai yang lebih efektif. Penguatan ini membantu memperpendek jalur distribusi sekaligus meningkatkan fleksibilitas pengiriman sesuai kebutuhan di lapangan,” jelas Edi.
Tak hanya memperkuat armada dan titik suplai, Pertamina juga menyiapkan tiga lokasi rest area untuk mobil tangki dan Awak Mobil Tangki (AMT). Fasilitas tersebut disediakan untuk mendukung keselamatan perjalanan, mengingat distribusi BBM dari IT Pontianak menuju sejumlah lembaga penyalur membutuhkan waktu tempuh cukup panjang.
Pertamina turut menambah personel pendukung di IT Pontianak dan menyiapkan AMT cadangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan operasional sekaligus mengantisipasi kelelahan kerja atau fatigue pada awak kendaraan.
Edi menegaskan seluruh proses distribusi tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kesehatan kerja, serta perlindungan lingkungan.
“Penambahan armada, penyediaan suplai poin tambahan sementara di Tayan, penyediaan rest area, serta penguatan personel merupakan langkah terpadu untuk menjaga keandalan distribusi energi di Kalimantan Barat,” katanya.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun menemukan kendala terkait produk dan pelayanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

















