banner 468x60
Kalimantan Barat

Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Supadio: 30 Penerbangan Batal, Jarak Pandang Cuma 300 Meter

×

Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Supadio: 30 Penerbangan Batal, Jarak Pandang Cuma 300 Meter

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, Pontianak – Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menunjukkan wajah buruknya di Kalimantan Barat.

Bandara Internasional Supadio Pontianak ikut terdampak setelah jarak pandang anjlok hingga hanya 300 meter pada Sabtu, 12 September 2026.

Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan terganggu serius. Pesawat tidak dapat melakukan take off maupun landing karena jarak pandang berada di bawah batas minimum keselamatan penerbangan (below minima).

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak mencatat jarak pandang sejak pukul 05.00 WIB hingga 16.00 WIB berada di kisaran 300-500 meter.

Situasi ini menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami penundaan panjang (long delay).

Bahkan, hingga Sabtu sore, sebanyak 30 penerbangan resmi dibatalkan.

Puluhan penerbangan yang batal tersebut terdiri dari 15 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan dari dan menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak.

Kondisi ini menggambarkan betapa seriusnya dampak kabut asap terhadap aktivitas transportasi udara di Kalbar.

Jarak pandang yang hanya ratusan meter membuat faktor keselamatan menjadi pertimbangan mutlak dalam setiap keputusan operasional.

General Manager Bandara Internasional Supadio Pontianak, Maya Damayanti, mengatakan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang akibat situasi cuaca di luar kendali ini,” kata Maya.

Menurutnya, pihak bandara terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, serta seluruh maskapai untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang.

“Kami bersama stakeholder selalu memantau kondisi jarak pandang (visibility) dan pergerakan cuaca guna memastikan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan di Bandara Internasional Supadio,” tegasnya.

Penumpang Terdampak Diberi Masker dan Makanan

Di tengah terganggunya operasional penerbangan, pihak Bandara Supadio mengambil sejumlah langkah antisipatif untuk menangani penumpang yang terdampak.

Manajemen menambah kursi di ruang tunggu serta personel operasional di lapangan.

Penumpang yang terdampak penundaan dan pembatalan juga mendapatkan layanan pemulihan (service recovery).

Layanan tersebut berupa pembagian masker, air mineral kemasan, hingga makanan ringan (snack) kepada penumpang di ruang tunggu terminal.

Sementara itu, proses pengembalian dana (refund) dan penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan dilakukan melalui check-in counter dan customer service masing-masing maskapai.

Maya meminta maskapai bergerak cepat memberikan informasi kepada calon penumpang mengenai perkembangan status penerbangan.

“Kami mengimbau agar pihak maskapai dapat secara cepat memberikan informasi terkini kepada calon penumpang pesawat terkait status penerbangan,” ujarnya.

Calon penumpang juga diminta memperoleh informasi melalui saluran resmi yang disediakan masing-masing maskapai.

Manajemen Bandara Internasional Supadio bersama seluruh pemangku kepentingan hingga kini masih melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi cuaca dan jarak pandang.

Kabut asap karhutla kembali menjadi persoalan serius di Kalbar. Bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat di darat, asap pekat juga kini memukul sektor transportasi udara dengan puluhan penerbangan terpaksa dibatalkan demi keselamatan.