banner 468x60
Aksara Landak

Pinwil Bulog Kalbar dan Anggota Komisi IV DPR RI Pantau Penyaluran Bantuan Pangan di Pahauman Landak

×

Pinwil Bulog Kalbar dan Anggota Komisi IV DPR RI Pantau Penyaluran Bantuan Pangan di Pahauman Landak

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Anggota Komisi IV DPR RI Adrianus Asia Sidot bersama Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalimantan Barat Rasiwan turun langsung mengawal penyaluran bantuan pangan berupa beras medium di Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Minggu (13/9/2026) sore.

Penyaluran bantuan pangan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Pahauman dan turut dihadiri Staf Ahli Bupati Landak Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Benediktus yang mewakili Bupati Landak, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalbar Rasiwan mengatakan, penyaluran bantuan pangan di Kalimantan Barat mencakup 547.000 Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Untuk tiga alokasi, yakni Juli, Agustus, dan September 2026, total beras yang disalurkan mencapai 16.426 ton.

“Ini harus kita selesaikan penyalurannya di bulan September tanggal 30,” kata Rasiwan.

Khusus di Kabupaten Landak, terdapat lebih dari 21.000 penerima bantuan pangan. Sementara di Kecamatan Sengah Temila terdapat 11.471 penerima.

Adapun di Desa Pahauman, jumlah penerima bantuan pangan mencapai 790 orang.

Menurut Rasiwan, setiap penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram untuk setiap alokasi. Karena penyaluran dilakukan untuk tiga alokasi sekaligus, penerima memperoleh total 30 kilogram beras.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya di tingkat rumah tangga.

“Kalau ketahanan pangan di rumah tangga ini tetap terjaga, insyaallah keamanan, ketertiban lebih terjaga,” ujarnya.

Rasiwan menambahkan, bantuan pangan juga diharapkan dapat mengurangi tekanan permintaan masyarakat terhadap pasar sehingga turut membantu menjaga inflasi tetap terkendali.

Pastikan bantuan tepat sasaran

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Adrianus Asia Sidot mengatakan, kehadirannya dalam penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI.

Ia memastikan program bantuan pangan yang merupakan program nasional dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak.

“Saya selaku anggota Komisi IV DPR RI yang memiliki tugas dan fungsi sebagai pengawasan, hari ini hadir di sini untuk memastikan penyaluran bantuan pangan ini tepat sasaran, tepat jumlah, dan bisa dilaksanakan dengan baik,” kata Adrianus.

Menurut dia, pengawasan terhadap program tersebut dilakukan sejak tahap penganggaran hingga pelaksanaan di lapangan.

“Pengawasan ini kan kalau kami di Komisi IV itu mulai dari penganggaran. Penganggaran, kemudian setelah dianggarkan, disetujui anggarannya, tentu sampai kepada pelaksanaan dan tepat pengawasannya dalam rangka pelaksanaan dari anggaran yang sudah kita setujui bersama di DPR RI,” ujarnya.

Adrianus mengatakan, sejauh ini tidak terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan penyaluran bantuan pangan.

Ia juga mengaku telah melakukan pengecekan ke sejumlah gudang Bulog di wilayah perhuluan Kalimantan Barat, mulai dari Sanggau, Sekadau, Sintang hingga Kapuas Hulu.

Dari hasil pengecekan tersebut, stok beras cadangan, baik untuk bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), berada dalam kondisi cukup.

Pemkab Landak minta penyaluran tepat sasaran

Dalam sambutan Bupati Landak yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Benediktus, pemerintah daerah meminta para penerima memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Landak berharap bantuan beras tersebut dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima.

Jajaran terkait mulai dari tingkat kecamatan hingga desa juga diminta mengawal proses penyaluran agar berjalan lancar, tertib, transparan, dan tepat sasaran.

“Layani masyarakat dengan baik dan transparan,” tuturnya.

Pemkab Landak juga mengajak masyarakat terus menjaga semangat gotong royong dan kerukunan di wilayah masing-masing.

Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berkomitmen menjalankan berbagai program yang berpihak kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Selain itu, masyarakat, khususnya para pelaku usaha tani, diminta tetap produktif dengan terus menanam di sawah, ladang maupun pekarangan rumah.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.