LANDAK – Hujan dengan intensitas cukup deras mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Rabu (16/9/2026).
Di Desa Sidas, hujan mulai turun sekitar pukul 11.30 WIB. Hujan juga sempat mengguyur sejumlah wilayah di Kecamatan Sengah Temila pada Selasa (15/9/2026) sore hingga dini hari.

Camat Sengah Temila Simon Mamuraja mengatakan, hujan yang turun diharapkan dapat bertahan lebih lama sehingga membantu mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saat ini di Kecamatan Sengah Temila, khususnya di Desa Sidas sedang hujan. Hujan ini dari kemarin juga sudah ada hujan yang deras, dan hari ini mudah-mudahan hujannya deras juga dan bertahan lama,” ujar Simon.
Menurut dia, meskipun hujan telah turun, kabut asap masih terpantau cukup pekat hingga Rabu siang.
Simon mengatakan, berdasarkan pemantauan sementara, tidak terdapat titik panas (hotspot) di wilayah Kecamatan Sengah Temila.
“Untuk kondisi ke depannya di Kecamatan Sengah Temila, titik hotspot sudah tidak ada. Cuma mungkin kabut asap yang ada ini dari kiriman dari daerah-daerah kecamatan tetangga, terutama daerah selatan,” katanya.

Hujan Dilaporkan di Sejumlah Desa
Simon menyebutkan, hujan telah dilaporkan turun di sejumlah wilayah di Kecamatan Sengah Temila.
Beberapa wilayah tersebut antara lain Keranji Mancal, Desa Sidas, Desa Keranji Paidang, dan Desa Pahauman, hingga Paloan.
“Yang informasi sementara yang saya tahu Keranji Mancal, kemudian Desa Sidas, Desa Keranji Paidang, Desa Pahauman,” kata Simon.
Sementara itu, kondisi hujan di wilayah Senakin belum terpantau karena lokasinya berada di bagian ujung wilayah Kecamatan Sengah Temila.
Warga Diminta Tunda Buka Lahan dengan Membakar
Meski hujan mulai turun, Simon tetap mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul masih adanya kabut asap dan kondisi yang dinilai belum sepenuhnya aman dari ancaman karhutla.
“Ya, sesuai dengan edaran Bupati terkait tanggap darurat bencana karhutla, diimbau kepada warga untuk tetap menahan diri untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.
Simon meminta masyarakat menunda aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar hingga kondisi benar-benar aman.
“Ditunda dulu Bapak/Ibu, karena kondisi kita belum dalam keadaan yang benar-benar aman untuk membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.
“Jadi, dimohon kesadarannya untuk sementara waktu ditunda dulu membuka lahan dengan cara membakar,” sambung Simon.

















