KETAPANG – Pemerintah Kabupaten Ketapang menyalurkan bantuan seragam dan alat tulis sekolah (ATS) gratis kepada 6.000 siswa sekolah dasar (SD) di seluruh kecamatan.
Program tersebut menjadi upaya pemerintah daerah meringankan beban orang tua sekaligus mencegah anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyerahkan bantuan tersebut di SDN 01 Desa Suka Karya, Kecamatan Marau, Jumat (23/10/2026).
Alexander mengatakan, bantuan seragam dan perlengkapan sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak.
“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam mendukung pemerataan pendidikan, meringankan beban orang tua, serta mendorong anak-anak agar terus bersekolah tanpa terkendala keterbatasan ekonomi,” kata Alexander.
Menurut dia, pendidikan menjadi investasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mempersiapkan generasi emas 2045.
Alexander tidak ingin keterbatasan ekonomi menjadi alasan anak-anak di Ketapang berhenti bersekolah. Terlebih, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Ketapang masih berada pada angka 7,9 tahun.
“Jangan sampai anak-anak kita tidak mau sekolah karena tidak punya seragam atau alat tulis. Kita ingin seluruh anak Ketapang mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Selain bantuan perlengkapan sekolah, Alexander menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui perbaikan fasilitas sekolah dan pemerataan tenaga pendidik, terutama di wilayah pedalaman.
Ia meminta kondisi sekolah terus dipantau, termasuk kebutuhan ruang kelas dan rumah dinas guru agar proses belajar mengajar berjalan optimal.
Alexander juga mendorong pemberian apresiasi kepada guru yang berprestasi dan berdedikasi, khususnya mereka yang bertugas di daerah terpencil.
ATS untuk 9.000 Siswa
Kepala Dinas Pendidikan Ketapang Darma mengatakan, penyaluran bantuan seragam gratis bagi 6.000 siswa SD saat ini hampir rampung.
Bantuan seragam terdiri dari baju, celana atau rok, topi, serta dasi. Sementara itu, bantuan alat tulis berupa buku tulis, pensil, penggaris, dan pulpen disalurkan kepada 9.000 siswa.
“Distribusinya sudah hampir rampung. Ada 6.000 pelajar SD yang menerima seragam berupa baju, celana atau rok, topi, serta dasi. Sedangkan ATS berisi buku tulis, pensil, penggaris, dan pulpen disalurkan untuk 9.000 siswa,” jelas Darma.
Pemkab Ketapang juga menyiapkan bantuan seragam, tas, dan alat tulis sekolah bagi 2.500 pelajar SMP melalui APBD Perubahan 2026.
Saat ini, penyaluran bantuan tersebut masih dalam proses pelaksanaan.
“Di APBD Perubahan akan kita salurkan bantuan tersebut untuk 2.500 pelajar SMP. Semoga tidak ada kendala dan bisa memberikan manfaat bagi para pelajar,” harapnya.
Darma menjelaskan, program bantuan seragam dan ATS gratis merupakan program unggulan daerah yang diprioritaskan Bupati Alexander Wilyo sejak 2025. Pada 2026, program tersebut memasuki tahun kedua pelaksanaan.
Selain bantuan perlengkapan sekolah, Pemkab Ketapang juga menjalankan program beasiswa serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk menekan angka putus sekolah, meningkatkan rata-rata lama sekolah, serta memperluas akses pendidikan hingga wilayah pelosok Kabupaten Ketapang.

















