banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Natal Nasional 2025 Jadi Tonggak Penguatan Persatuan Bangsa

×

Natal Nasional 2025 Jadi Tonggak Penguatan Persatuan Bangsa

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Perayaan Natal Nasional Tahun 2025 menjadi momentum strategis penguatan persatuan dan toleransi di tengah keberagaman bangsa.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan, persatuan para pemimpin nasional merupakan kunci utama dalam memaksimalkan potensi kekayaan Indonesia demi kesejahteraan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya pada Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar secara terpusat di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, dan diikuti secara daring dari berbagai daerah, termasuk di Gereja Katedral Santo Yosef, Jalan Pattimura, Kota Pontianak, Senin (5/1/2026).

Perayaan Natal Nasional 2025 mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan dan kemampuan besar untuk meningkatkan pelayanan publik, termasuk penyelenggaraan ibadah haji, asalkan para pemimpinnya mampu menjaga persatuan dan bekerja sama.

“Negara kita kaya dan negara kita bisa lebih mampu, asal pemimpin-pemimpinnya bersatu dan bekerja sama,” tegas Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa persatuan nasional tidak berarti seluruh kekuatan politik harus berada di dalam pemerintahan. Menurutnya, pihak di luar pemerintahan tetap memiliki peran strategis selama menjunjung kerja sama demi kepentingan bangsa.

“Bersatu tidak berarti semua harus masuk pemerintah. Boleh di luar, tapi tetap kerja sama,” ujarnya.

Prabowo juga menegaskan posisinya sebagai Presiden bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa membedakan latar belakang politik, agama, maupun golongan.

“Sekarang saya bukan milik satu partai. Saya milik seluruh bangsa Indonesia,” katanya.

Dalam konteks keberagaman, Prabowo menilai Perayaan Natal Nasional sebagai cerminan kuatnya toleransi dan harmoni sosial di Indonesia. Ia mencontohkan praktik toleransi sejak masa awal kemerdekaan, termasuk saat Presiden pertama RI Soekarno menunjuk arsitek beragama Nasrani dalam pembangunan Masjid Istiqlal.

Prabowo juga membagikan pengalamannya membangun masjid dengan melibatkan pekerja lintas iman serta kebersamaan antarumat beragama selama pengabdiannya sebagai prajurit TNI.

“Mereka tidak pernah bertanya soal agama. Mereka bertugas untuk bangsa dan negara,” terangnya.

Di akhir sambutannya, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat ucapan yang kurang berkenan.

“Kami bekerja keras untuk menghilangkan kemiskinan, mengurangi penderitaan rakyat, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., yang mengikuti perayaan secara daring di Pontianak, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Perayaan Natal Nasional 2025.

Pemerintah Provinsi Kalbar, kata dia, mendukung penuh kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan antarumat beragama.

“Kami percaya kesuksesan Perayaan Natal Nasional bukan hanya milik umat Kristiani, tetapi menjadi cerminan kematangan kita dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Harisson.

Ia menegaskan komitmen Pemprov Kalbar untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadah dengan aman, tenang, dan penuh sukacita.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamalulael, Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto, Ketua DPRD Kalbar Aloysius, Kakanwil Kemenag Kalbar Muhajirin Yanis, serta Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama unsur Forkopimda.