banner 468x60
Sambas

RSUD Sambas Klarifikasi Dugaan Pelayanan Persalinan Viral, Tegaskan Prosedur Sesuai SOP

×

RSUD Sambas Klarifikasi Dugaan Pelayanan Persalinan Viral, Tegaskan Prosedur Sesuai SOP

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, SAMBAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pelayanan persalinan yang viral di media sosial.

Klarifikasi tersebut disampaikan pada Kamis (22/1/2026) menyusul beredarnya unggahan yang menyebut pasien melahirkan setelah sempat dipulangkan dari rumah sakit.

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Sambas, Muhardi, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 20 Januari 2026, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Maternal RSUD Sambas.

Menurut Muhardi, setibanya di IGD Maternal, pasien langsung mendapatkan pemeriksaan medis sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Pemeriksaan awal dilakukan oleh bidan jaga untuk menilai kondisi ibu dan janin.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis saat itu, kondisi ibu dan janin dinyatakan normal serta belum memasuki fase persalinan aktif,” jelas Muhardi.

Ia menegaskan bahwa tenaga medis telah menyampaikan kondisi pasien secara terbuka dan menyeluruh kepada yang bersangkutan beserta keluarga.

Pasien kemudian diberikan dua opsi, yakni tetap menjalani observasi di rumah sakit atau kembali ke rumah dengan catatan segera kembali apabila kontraksi semakin kuat atau semakin sering.

“Keputusan untuk pulang merupakan hasil kesepakatan pasien dan keluarga setelah menerima penjelasan dari tenaga medis,” tegasnya.

Muhardi menambahkan, seluruh tindakan yang dilakukan tenaga kesehatan RSUD Sambas telah sesuai dengan standar pelayanan medis, etika profesi, serta prosedur yang berlaku.

Meski demikian, pihak rumah sakit tetap melakukan evaluasi internal sebagai bentuk komitmen peningkatan mutu layanan.

“Kami berharap masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak langsung menarik kesimpulan sepihak. RSUD Sambas berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat keluarga kembali mendatangi IGD, petugas medis tetap memberikan pelayanan.

Namun, pada waktu yang bersamaan, terdapat pasien lain yang telah memasuki fase persalinan aktif dan membutuhkan penanganan segera.

“Dalam pelayanan kesehatan, keselamatan pasien adalah prioritas utama. Petugas wajib mendahulukan pasien dengan tingkat kegawatdaruratan yang lebih tinggi,” pungkas Muhardi.