banner 468x60
Pontianak

Pontianak Utara Jadi Fokus Pembangunan Infrastruktur

×

Pontianak Utara Jadi Fokus Pembangunan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK — Pemerintah Kota Pontianak menjadikan Kecamatan Pontianak Utara sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur.

Sejumlah ruas jalan akan ditingkatkan, di antaranya Parit Pangeran dan Parwasal, menyusul selesainya pengerjaan Jalan Kebangkitan Nasional pada tahun lalu.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Jalan Kebangkitan Nasional kini telah menjadi bagian dari outer ring road yang berfungsi mendukung konektivitas wilayah.

“Alhamdulillah di tahun pertama periode kedua saya memimpin, beberapa infrastruktur sudah kita selesaikan, salah satunya Jalan Kebangkitan Nasional,” ujarnya usai salat subuh berjamaah di Masjid Nushatussolihin, Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak Utara, Minggu (22/2/2026).

Ke depan, pemerintah kota akan menuntaskan peningkatan jalan lain seperti Sungai Selamat, Parwasal, dan Parit Pangeran hingga terhubung dengan Jalan Kebangkitan Nasional. Penambahan penerangan jalan umum juga direncanakan di sejumlah ruas dan simpang untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Edi menjelaskan, sekitar 30 persen wilayah Pontianak Utara merupakan lahan gambut yang banyak dimanfaatkan untuk pertanian sekaligus kawasan konservasi. Produksi pertanian dari wilayah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan Kota Pontianak, tetapi juga menyuplai daerah lain di Kalimantan Barat.

Karena karakteristik tersebut, arah pembangunan Pontianak Utara berbeda dengan wilayah selatan atau tenggara yang lebih berkembang sebagai kawasan perkantoran dan ekonomi.

“Pembangunan disesuaikan dengan karakteristik wilayahnya,” katanya.

Di sektor lingkungan, pemerintah kota akan membangun Pusat Pengolahan Sampah Terpadu di TPA Batulayang. Sistem sanitary landfill telah menggantikan metode open dumping. Sampah organik akan diolah, sedangkan sampah anorganik dimanfaatkan menjadi material konstruksi seperti paving block.

“Ke depan, TPA hanya mengolah residu sehingga beban tidak berat dan sampah tidak lagi menjadi material yang tidak bernilai,” jelas Edi.

Selain itu, di Jalan Flora tengah dibangun Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah kota juga mencatat telah tersedia 11 dapur penyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya menyasar siswa dan ibu hamil, tetapi juga membuka lapangan kerja serta menyerap hasil pertanian warga.

Di sisi lain, Pontianak Utara masih menghadapi tantangan berupa kepadatan kendaraan akibat aktivitas distribusi BBM. Sekitar 500 truk tangki melintasi kawasan tersebut setiap hari. Ketiadaan lahan parkir bagi sebagian pengusaha truk menyebabkan ruas jalan seperti Jalan Flora dan Parwasal cepat rusak dan terasa sempit.

Menurut Edi, aktivitas tersebut merupakan bagian dari ekosistem ekonomi sehingga tidak bisa dihentikan, namun perlu diatur melalui pengaturan jam operasional agar tetap tertib.

Pemkot Pontianak berkomitmen melanjutkan pembangunan sesuai rencana jangka panjang. Pada 2025, anggaran infrastruktur Pontianak Utara mencapai Rp56,4 miliar, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi Rp63 miliar.

“Kami terus berusaha memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.