banner 468x60
Aksara Landak

Tekan Kenaikan Harga, Pemkab Landak Lakukan Gerakan Pangan Murah di Desa Sebadu

×

Tekan Kenaikan Harga, Pemkab Landak Lakukan Gerakan Pangan Murah di Desa Sebadu

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Landak kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang bulan Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pasar Desa Sebadu, Kecamatan Mandor, Selasa (24/2/2026) siang.

GPM dibuka langsung oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, serta dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perkebunan Kabupaten Landak John Elak, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Landak Wensislaus Joko, serta unsur Forkopincam Kecamatan Mandor.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, di antaranya beras SPHP Rp60.000 per 5 kilogram, Minyakita Rp15.000 per liter, gula pasir Rp17.500 per kilogram, telur Rp1.600 per butir, bawang merah Rp55.000 per kilogram, bawang putih Rp48.000 per kilogram, tepung terigu Rp13.000 per kilogram, mentega Rp6.500 per bungkus, serta susu kental manis Rp11.500 per kaleng.

Selain itu, pemerintah juga menghadirkan operasi pasar gas LPG 3 kilogram yang dijual seharga Rp20.000 per tabung bekerja sama dengan Pertamina.

Dibanding GPM sebelumnya pada pekan lalu yang dilaksanakan di Pasar Baru Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, harga komoditas telur ayam dan bawang putih teroantau turun. Telur ayam yang sebelumnya dijual seharga Rp 1.900 per butir dan bawang merah Rp 72.000 per kilogram.

Dalam sambutannya, Karolin menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu program pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menghadapi gejolak harga pangan akibat kondisi ekonomi global yang tidak stabil.

“Kita melihat situasi dunia hari ini sedang tidak baik-baik saja. Stabilitas ekonomi dunia juga berdampak pada Indonesia. Maka kegiatan ini adalah upaya kita untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menstabilkan harga pangan,” ujar Karolin.

Terkait kelangkaan dan kenaikan harga gas LPG 3 kilogram, Karolin menjelaskan bahwa saat ini pemerintah pusat tengah melakukan pembenahan data agar subsidi tepat sasaran. Hal tersebut berdampak pada pengurangan kuota distribusi di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Landak.

“Kuota yang sebelumnya lebih besar kini dikurangi karena ada perbaikan data subsidi dari pusat. Itulah sebabnya gas menjadi langka dan harga naik. Kami sudah menyampaikan protes ke Pertamina dan hari ini mereka merespons dengan operasi pasar,” jelasnya.

Karolin berharap ke depan mekanisme subsidi dapat dibenahi sehingga tidak menyulitkan masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pedesaan dengan akses terbatas.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam sayur, cabai, dan tomat, serta beternak atau memelihara ikan guna mengurangi pengeluaran rumah tangga.

“Kalau punya tanah, manfaatkan untuk tanam sayur. Kalau punya ayam, dikandangkan supaya pekarangan bisa ditanami. Dengan begitu pengeluaran bisa ditekan,” pesannya.

Karolin menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ini didukung anggaran dari APBD Kabupaten Landak, termasuk untuk subsidi harga dan biaya distribusi.

Sementara itu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga sejumlah komoditas.

Pemkab Landak berharap melalui Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Ramadan.