banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2026, Ria Norsan: Harmoni Cahaya di Bumi Khatulistiwa

×

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2026, Ria Norsan: Harmoni Cahaya di Bumi Khatulistiwa

Sebarkan artikel ini

SINGKAWANG – Kota Singkawang kembali menegaskan reputasinya sebagai ruang temu budaya dan simbol toleransi. Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Festival Cap Go Meh 2026 berlangsung meriah di pusat kota, Selasa (3/3/2026), dihadiri sejumlah pejabat negara dan ribuan warga.

Perayaan ditandai dengan pemukulan loku sebagai simbol pembukaan resmi rangkaian Imlek dan Cap Go Meh. Setelah itu, arak-arakan naga, Tatung, dan kendaraan hias menyusuri jalan utama kota. Sebanyak 722 peserta ambil bagian dalam pawai yang disaksikan pengunjung dari dalam dan luar negeri.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan, kehadiran para tokoh nasional mencerminkan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam merawat kebudayaan sebagai bagian dari identitas bangsa.

Hormati Ramadan, Pawai Cap Go Meh 2026 di Pemangkat Ditiadakan

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta perwakilan duta besar negara sahabat dan jajaran Forkopimda.

Dalam sambutannya, Ria Norsan mengajak masyarakat memaknai simbol Kuda Api yang menaungi tahun ini. Kuda melambangkan kerja keras dan ketangguhan, sementara api merepresentasikan energi dan keberanian menghadapi tantangan.

“Semoga energi Kuda Api membawa kesehatan, keberkahan, dan kemakmuran, sekaligus menyalakan tekad untuk terus berinovasi demi kemajuan Kalimantan Barat,” ujarnya.

Gubernur Ria Norsan Luncurkan Program Internet Gratis untuk Pendidikan di Kalbar

Perayaan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Lampion-lampion Imlek berpadu dengan suasana ibadah Ramadhan, menghadirkan pemandangan yang dinilai mencerminkan harmoni sosial di daerah itu.

“Inilah wajah Kalimantan Barat. Perbedaan tidak menciptakan jarak, melainkan kekuatan untuk saling menghormati dan mempererat persatuan,” kata Norsan.

Puncak acara ditandai dengan parade Tatung, tradisi yang telah diwariskan lintas generasi dan menjadi daya tarik utama Cap Go Meh Singkawang. Festival ini juga masuk dalam program Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Norsan menegaskan, stabilitas dan harmoni sosial menjadi modal penting untuk menarik investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kata dia, berkomitmen memperkuat infrastruktur strategis dan konektivitas antarwilayah guna mendukung sektor pariwisata dan ekonomi.

“Kalimantan Barat adalah rumah besar bagi kita semua. Mari menjaga harmoni sebagai fondasi membangun daerah yang maju dan berkelanjutan,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto yang membuka kegiatan tersebut menyebut perayaan ini bukan sekadar pergantian tahun lunar, melainkan momentum refleksi. Ia mengingatkan sejarah panjang Singkawang sebagai ruang perjumpaan masyarakat Tionghoa, Melayu, dan Dayak sejak abad ke-18.

“Narasi kebangsaan Indonesia disusun di atas keberagaman,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid yang membuka ruang pengakuan Imlek sebagai bagian dari identitas bangsa.

Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono menyebut Singkawang sebagai etalase keberagaman Indonesia. Menurut dia, Cap Go Meh bukan sekadar ekspresi budaya, melainkan bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan nasional.

Di tengah dinamika global, ia menilai Indonesia perlu terus memperkuat persatuan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Perayaan bertema “Harmoni Imlek Nusantara” diharapkan semakin memperkokoh posisi Singkawang sebagai kota toleransi yang berkembang menjadi kota modern tanpa meninggalkan karakter budaya yang kuat.