banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

186 Tahun Gawia Sowa, Wagub Kalbar Sebut Budaya Dayak Bidayuh Benteng Identitas di Era Modern

×

186 Tahun Gawia Sowa, Wagub Kalbar Sebut Budaya Dayak Bidayuh Benteng Identitas di Era Modern

Sebarkan artikel ini

BENGKAYANG – Perayaan Gawia Sowa ke-186 masyarakat Dayak Bidayuh di Balai Adat Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen pelestarian budaya di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang hadir bersama Ketua Bidang I TP PKK Kalbar Donata Krisantus, menegaskan bahwa Gawia Sowa bukan sekadar tradisi adat tahunan, melainkan simbol identitas, persatuan, dan kebersamaan masyarakat Dayak Bidayuh yang telah bertahan selama hampir dua abad.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya festival budaya ini,” kata Krisantus saat menghadiri perayaan tersebut, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, keberlangsungan Gawia Sowa hingga memasuki tahun ke-186 menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. Tradisi tersebut dinilai sebagai aset budaya yang memiliki nilai historis sekaligus menjadi kekayaan daerah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Krisantus mengingatkan bahwa pelestarian budaya memiliki peran strategis dalam menjaga identitas suatu suku di tengah perubahan zaman. Ia menilai budaya menjadi benteng yang mampu memperkuat karakter dan jati diri masyarakat.

“Budaya adalah identitas sebuah suku. Jika budaya tidak dijaga, identitas itu lambat laun akan hilang,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar penyelenggaraan Gawia Sowa terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas kegiatan maupun cakupan partisipasi masyarakat, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelestarian budaya dan pengembangan daerah.

Dalam kesempatan itu, Krisantus menilai Gawia Sowa telah berkembang menjadi agenda budaya yang memiliki daya tarik lintas negara. Kehadiran masyarakat dari Sabah dan Sarawak, Malaysia, menurutnya menjadi bukti bahwa tradisi tersebut telah memperoleh perhatian internasional.

“Ini menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan masyarakat serumpun sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Barat ke tingkat global,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, mengatakan Gawia Sowa merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai syukur, gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam yang terus dijaga masyarakat Dayak Bidayuh hingga saat ini.

Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan masyarakat adat, tetapi juga telah berkembang sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan lokal kepada khalayak yang lebih luas.

“Gawia Sowa adalah bagian dari identitas masyarakat Dayak Bidayuh yang harus terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi,” pungkasnya.