banner 468x60
Hukum dan Kriminal

Operasi Ketupat Kapuas 2026 Dimulai, Kapolda Kalbar: Lebih dari 2000 Personel Gabungan Amankan Idul Fitri

×

Operasi Ketupat Kapuas 2026 Dimulai, Kapolda Kalbar: Lebih dari 2000 Personel Gabungan Amankan Idul Fitri

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat resmi menggelar Operasi Ketupat Kapuas 2026 sebagai bagian dari operasi terpusat pengamanan Hari Raya Idulfitri.

Operasi ini ditandai dengan gelar pasukan yang dilaksanakan secara serentak, Kamis 12 Maret 2026.

Kapolda Kalbar, Pipit Rismanto, mengatakan operasi tersebut tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat selama rangkaian ibadah dan perayaan Lebaran.

“Mulai hari ini kita resmi menyelenggarakan operasi dalam rangka memberikan pelayanan terhadap ibadah perayaan Lebaran. Jadi bukan hanya sekadar pengamanan, tetapi pelayanan kepada seluruh kegiatan masyarakat sejak akhir Ramadan hingga arus balik nanti,” ujar Pipit, usai.memimpin apel operasi Apel Kapuas 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah titik konsentrasi menjadi perhatian aparat selama operasi berlangsung.

Di antaranya pusat perbelanjaan, tempat keramaian, jalur lalu lintas, serta lokasi ibadah yang diperkirakan dipadati masyarakat.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada jalur mudik dan arus balik, termasuk di bandara dan pelabuhan.

Menurut Pipit, pengamanan di wilayah udara dan laut akan melibatkan unsur TNI dan instansi terkait.

Personel Polair bersama TNI AL disiagakan di pelabuhan, sementara pengamanan darat melibatkan personel Polri dan TNI AD di berbagai titik strategis.

Sedangkan untukndi bandara pengamanan yang dilakukan kepolisian bersama dengan TNI AU.

“Pengamanan ini kita lakukan bersama stakeholder lainnya, mulai dari pemerintah daerah, Satpol PP, Jasa Raharja, Basarnas, hingga unsur terkait lainnya,” jelasnya.

Kapolda menyebutkan, total personel yang dikerahkan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 mencapai lebih dari dua ribu orang.

Sebanyak 705 personel berasal dari Polri, sedangkan 1.544 lainnya merupakan gabungan dari TNI dan berbagai instansi pendukung.

“Total 2000 lebij personel gabungan TNI/Polri serta stekholder terkait melakukan pengamanan selamat hari raya idul Fitri,” jelas Pipit lagi.

Selain pengamanan arus mudik, aparat juga memberi perhatian khusus pada lokasi wisata yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran, seperti kawasan pantai dan tempat rekreasi lainnya.

Di lokasi tersebut, kepolisian akan menyiapkan pos pengamanan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kejadian yang tidak diinginkan.

“Yang paling penting adalah masyarakat tetap waspada dan saling menjaga keamanan. Kalau beraktivitas di tempat wisata, terutama di laut, perhatikan juga kondisi cuaca agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbau Pipit.

Ia juga mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi berdasarkan informasi prakiraan cuaca.

Meski Kalimantan Barat tidak menjadi wilayah prioritas, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi banjir maupun cuaca ekstrem selama periode libur Lebaran.