banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Gubernur Kalbar Ria Norsan Hidupkan Tradisi Makan Saprahan di Hari Pertama Idul Fitri

×

Gubernur Kalbar Ria Norsan Hidupkan Tradisi Makan Saprahan di Hari Pertama Idul Fitri

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Suasana hangat dan penuh khidmat menyelimuti Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada perayaan hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan menghidupkan kembali tradisi Makan Saprahan sebagai agenda utama dalam menyambut tamu dan masyarakat, Minggu (21/3/2026).

Tradisi khas Melayu tersebut diikuti oleh keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat umum, hingga para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Lebih dari sekadar jamuan makan bersama, Makan Saprahan menjadi simbol kuat nilai kesetaraan, adab, dan harmoni yang telah lama menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat di Bumi Khatulistiwa.

Dalam pelaksanaannya, Ria Norsan tampak membaur tanpa sekat bersama para tamu. Ia duduk bersila di atas lantai beralaskan kain seprah, mengikuti tata cara makan komunal yang melibatkan enam orang dalam satu kelompok hidangan.

Momen tersebut mempertegas makna Idul Fitri sebagai ajang mempererat silaturahmi, di mana seluruh lapisan masyarakat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dalam suasana kebersamaan.

Berbagai hidangan khas turut disajikan, seperti pacri nenas, ketupat patlau, rendang daging, opor ayam, hingga sayur dalca yang tersaji di atas kain seprah dan dinikmati bersama para tamu.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menegaskan bahwa tradisi Makan Saprahan merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kalimantan Barat yang harus terus dijaga di tengah arus modernisasi.

“Makan Saprahan ini adalah cerminan jati diri masyarakat Kalimantan Barat. Tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat, semua duduk bersama menikmati berkah yang sama. Di hari yang fitri ini, kita kembali mempererat persaudaraan dan saling menghargai,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelestarian tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan budaya daerah.

“Makan Saprahan mengajarkan adab, kebersamaan, dan gotong royong. Jika semangat ini kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin Kalimantan Barat akan semakin maju dan harmonis. Selamat Idul Fitri untuk seluruh masyarakat, mari kita jaga kerukunan dan persaudaraan,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung hingga siang hari itu berjalan tertib dan penuh nuansa kekeluargaan. Masyarakat pun memberikan apresiasi atas upaya pemerintah daerah dalam melestarikan kearifan lokal sebagai perekat persatuan di hari suci.

Penulis: ANG