banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Seminar Layanan Kesehatan Dorong Kolaborasi Arsitek dan Tenaga Medis

×

Seminar Layanan Kesehatan Dorong Kolaborasi Arsitek dan Tenaga Medis

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Seminar Strategi Layanan dan Desain Fasilitas Kesehatan yang digelar Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Kalimantan Barat menjadi ruang kolaborasi lintas profesi untuk merumuskan konsep baru arsitektur fasilitas kesehatan (faskes).

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Ibis Pontianak, Selasa (21/4/2026).

Seminar dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, yang menekankan pentingnya sinergi antara arsitek dan tenaga medis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Menurutnya, desain fasilitas kesehatan harus mampu mengakomodasi kebutuhan tenaga medis sekaligus memberikan kenyamanan bagi pasien.

“Kolaborasi ini penting agar desain rumah sakit dan puskesmas benar-benar selaras dengan kebutuhan pelayanan di lapangan,” ujarnya.

Ia menilai forum tersebut menjadi wadah strategis untuk melahirkan ide-ide inovatif dalam pengembangan fasilitas kesehatan di Kalimantan Barat.

Pemerintah Provinsi Kalbar, lanjutnya, mendukung penuh para arsitek untuk terus berinovasi, termasuk mengintegrasikan unsur kearifan lokal dalam desain bangunan.

“Bangunan boleh modern, tetapi tetap harus mencerminkan identitas budaya lokal, terutama pada fasad dan elemen arsitekturnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Kalbar, M. Ridha Alhamdani, menyebut seminar ini sebagai momentum memperkuat sinergi antara arsitek dan tenaga medis.

Ia mengatakan, pendekatan desain yang tepat akan berdampak langsung terhadap efektivitas pelayanan kesehatan.

“Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir banyak wawasan baru yang dapat meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh,” katanya.

Ridha juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam mendorong peran arsitek lokal untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor kesehatan.

Menurutnya, penerapan nilai budaya lokal dalam desain tetap relevan di tengah perkembangan arsitektur modern.

Seminar ini diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga medis, akademisi, hingga praktisi arsitektur, guna merumuskan strategi pengembangan rumah sakit dan puskesmas yang lebih inovatif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.