banner 468x60
PolitikPontianak

OSO “Sentil” Kinerja Anggota DPRD Hanura: Jangan Jadi Penonton, Harus Berani Bela Daerah

×

OSO “Sentil” Kinerja Anggota DPRD Hanura: Jangan Jadi Penonton, Harus Berani Bela Daerah

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) melontarkan kritik keras terhadap kinerja sebagian anggota DPRD Fraksi Hanura saat membuka Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) di Novotel Pontianak, Jumat (1/4/2026) malam.

Ia menegaskan, legislator Hanura tidak boleh pasif dan harus berani memperjuangkan kepentingan daerah.

Pembukaan Bimteknas yang diikuti 525 anggota DPRD Fraksi Hanura itu ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.

Dalam pidatonya, OSO menekankan bahwa kualitas dan keberanian jauh lebih penting dibanding sekadar jumlah kursi di parlemen daerah. Ia meminta seluruh kader menunjukkan integritas dan keberpihakan nyata kepada masyarakat.

“Mulai detik ini saudara harus berkualitas, harus berani. Berani menegakkan keadilan, berani menetapkan kejujuran, dan berani mengoreksi jalannya pemerintahan daerah untuk kemakmuran masyarakat,” tegasnya.

OSO secara terbuka mengkritik fenomena legislator yang dinilainya tidak optimal menjalankan fungsi. Ia menyinggung masih adanya anggota dewan yang pasif dan tidak mampu menyuarakan aspirasi rakyat.

“Banyak orang menjadi anggota DPR, tapi banyak juga yang tidak berkontribusi. Bahkan, tidak mampu mengeluarkan inspirasi dari hati nuraninya,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan Partai Hanura melakukan reposisi arah politik dengan menekankan keberpihakan pada daerah. Ia mengingatkan bahwa setiap anggota DPRD memiliki tanggung jawab langsung terhadap daerah pemilihan masing-masing.

“Hanya saudara yang bisa membela daerah saudara. Tidak mungkin daerah lain membela daerah kita,” katanya.

OSO menegaskan, keberpihakan itu harus diwujudkan dalam bentuk nyata, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, hingga memperkuat kemandirian daerah.

Ia juga mengingatkan agar jabatan sebagai anggota DPRD tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi semata.

“Bukan saudara menikmati kehidupan sebagai anggota DPRD, sementara masyarakat tidak merasakan manfaatnya,” cetusnya.

Dalam konteks global yang dinilai tidak menentu, OSO meminta seluruh kader hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Ia menilai kondisi ekonomi dan sosial saat ini menuntut keberanian serta aksi nyata dari para wakil rakyat.

“Rakyat kita sedang mengalami kesulitan. Hanya dengan keberanian bertindak dan membela kepentingan daerah, saudara akan berarti,” ucapnya.

OSO bahkan mengingatkan, tanpa keberanian, anggota dewan berpotensi menjadi bahan ejekan publik, yang pada akhirnya berdampak pada citra partai.

“Kalau tidak, saudara akan menjadi ejekan. DPR apa itu? Apalagi Hanura. Saya tidak mau saudara dihina, saya juga tidak mau partai saya dihina,” tegasnya.

Ia menutup dengan mengingatkan bahwa setiap legislator selalu berada dalam pengawasan publik, terutama konstituen yang memilih mereka.

“Setiap hari saudara diperhatikan oleh rakyat yang memilih saudara. Saudara adalah orang-orang terpilih dan harus siap berjuang ke depan,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, kepala daerah se-Kalbar, serta sejumlah tokoh nasional seperti pengamat politik Rocky Gerung dan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya yang dijadwalkan menjadi pemateri dalam Bimteknas.