Aksaraloka com, PONTIANAK – Gaung Pekan Raya Pontianak (PRP) kembali terasa.
Setelah sukses digelar untuk kedua kalinya, DPRD Kota Pontianak mendorong agar PRP ke depan tidak sekadar event tahunan, tetapi menjadi bagian resmi perayaan Hari Jadi Kota Pontianak.
Ketua DPRD Pontianak, Satarudin, menilai PRP bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Ia mengingatkan, PRP pernah menjadi agenda rutin di era 1990-an dan memiliki nilai historis yang kuat bagi warga.
“Dulu PRP ini rutin digelar setiap tahun. Sekarang kita hidupkan kembali. Harapannya, tahun depan bisa disandingkan dengan Hari Jadi Kota Pontianak,” ujarnya.
Tahun ini, PRP digelar di Rumah Radakng setelah sebelumnya berlangsung di Pontianak Convention Center (PCC).
Selama 14 hari pelaksanaan, event ini menghadirkan beragam hiburan keluarga, mulai dari bazar kuliner, fashion, hingga pertunjukan hiburan yang menarik minat masyarakat.
Satarudin menilai antusiasme pelaku usaha sudah cukup tinggi. Namun, ia menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, dan BUMD untuk memaksimalkan potensi PRP.
“Kalau pelaku usaha saja antusias, seharusnya pemerintah dan BUMN/BUMD juga bisa ambil bagian. Bahkan bisa membuka layanan publik seperti pembuatan KTP atau perizinan usaha di lokasi,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Pontianak, Rizal, menilai konsep PRP saat ini sudah cukup baik.
Namun, ia menekankan perlunya penguatan promosi agar event ini semakin dikenal luas, tidak hanya di dalam kota tetapi juga di luar daerah.
“Promosi harus diperkuat. Mulai dari bandara hingga ruang-ruang publik, masyarakat harus langsung tahu ada PRP. Dengan begitu, pengunjung akan semakin banyak dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Ketua panitia PRP, Solihin, menyebutkan bahwa penyelenggaraan PRP bertujuan mengembalikan kejayaan event tersebut sekaligus menjadi wadah bagi UMKM untuk berkembang.
Ia berharap ke depan pemerintah dapat ikut berkontribusi agar penyelenggaraan PRP semakin maksimal dan meriah.
“Mudah-mudahan ke depan pemerintah bisa terlibat lebih besar, sehingga PRP bisa kita kemas lebih kreatif dan berdampak luas,” ujarnya.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pihak swasta, PRP dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi event unggulan, bahkan sejajar dengan Pekan Raya Jakarta.

















