banner 468x60
Pontianak

Pedagang Ketupat di Pontianak Keluhkan Penjualan Turun Jelang Idul Adha 2026

×

Pedagang Ketupat di Pontianak Keluhkan Penjualan Turun Jelang Idul Adha 2026

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK — Sejumlah pedagang ketupat musiman di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengeluhkan penurunan omzet menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Salah seorang pedagang ketupat di Jalan H. Rais A Rahman, Juminten, mengatakan penjualan tahun ini jauh lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya, ia mampu menjual hingga 2.000 ketupat per hari menjelang Idul Adha.

Namun tahun ini, stok yang disiapkannya dikurangi menjadi sekitar 700 ketupat dan masih banyak yang tidak terjual.

“Sepi bang, biasa saya nyetok 2.000 ketupat, tapi sekarang hanya 700 ketupat, itu pun belum habis. Banyak yang dibuang karena sudah layu,” kata Juminten saat ditemui di lapaknya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Juminten, menurunnya penjualan dipengaruhi kenaikan harga bahan baku seperti janur kelapa dan biaya produksi lainnya.

Selain itu, daya beli masyarakat juga dinilai menurun.

“Bahan baku naik dan minat orang beli ketupat tahun ini juga kurang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada Idul Adha tahun lalu dirinya masih bisa memperoleh omzet hingga Rp 1,2 juta per hari.

Sementara tahun ini, pendapatannya turun drastis menjadi sekitar Rp 200.000 per hari.

“Biasanya saya bisa dapat Rp 1 juta 200 ribu, sekarang cuma Rp 200 ribu. Kondisi ini sama kayak waktu Covid-19 kemarin,” ucapnya.

Fenomena penurunan penjualan ketupat juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Pedagang musiman mengaku jumlah pembeli berkurang akibat melemahnya daya beli masyarakat di tengah kenaikan biaya produksi menjelang Idul Adha.