banner 468x60
Aksara Landak

Tim Gabungan Sidak Harga di Pasar Rakyat Ngabang Menjelang Iduladha

×

Tim Gabungan Sidak Harga di Pasar Rakyat Ngabang Menjelang Iduladha

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Tim Satgas Pangan Kabupaten Landak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar untuk memantau stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha di Pasar Rakyat Kabupaten Landak. Senin, 25 Mei 2026.

Dalam sidak tersebut, tim gabungan yang terdiri dari instansi terkait Pemerintah Kabupaten Landak, TNI-Polri dan Kejaksaan tersebut, memantau tren harga sejumlah komoditas penting guna mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan nasional.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Landak, John Hetli, mengatakan, pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Iduladha yang akan berlangsung pada Rabu mendatang.

“Ya hari ini kita melakukan sidak pasar. Yang pertama, kita memantau stabilitas harga pasar untuk beberapa kebutuhan pokok sebagai antisipasi terhadap hari raya besar keagamaan nasional, dalam waktu dekat ini adalah Iduladha,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan, ditemukan adanya variasi harga di tingkat pengecer, terutama pada komoditas bawang merah. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh rantai pasok barang yang berbeda.

Dari pantauan harga jual bawang merah mulai dari Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.

“Ada harga yang lebih murah karena mereka langsung mengambil dari agen atau distributor di Pontianak. Sedangkan yang lebih mahal karena barang diantar oleh sales sehingga rantai pasoknya lebih panjang,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Jika terdapat tren kenaikan harga selama beberapa hari, pemerintah akan langsung melakukan analisis penyebab dan mencari solusi.

“Kalau ada tren kenaikan dua sampai empat hari, langsung kita analisis apakah persoalannya di rantai pasok, produsen, atau faktor lain, supaya tidak terlalu lama dan tidak memberatkan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Landak, Gusti Agus Kurniawan, mengatakan harga cabai saat ini mengalami kenaikan akibat produksi yang menurun.

Harga cabai rawit merah yang sebelumnya pada Jumat lalu dijual seharga Rp 85 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 105 ribu per kilogram.

“Cabai ini sebelumnya sekitar Rp70 ribu, sekarang mulai merangkak naik karena produksinya berkurang,” katanya.

Untuk komoditas bawang, menurutnya terdapat dua variasi harga di pasar, yakni Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, tergantung sumber distribusinya.

Sebagai langkah pengendalian inflasi dan menjaga keterjangkauan harga, Pemkab Landak menyiapkan sejumlah program seperti operasi pasar, gerakan pangan murah, bantuan transportasi melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT), hingga kios pangan yang digelar rutin oleh Dinas Ketahanan Pangan.

“Sekarang melalui Dinas Ketahanan Pangan, seminggu dua kali mengadakan kios pangan,” pungkasnya.