banner 468x60
Ketapang

Jelang Musim Kemarau, Apel Siaga dan Teknologi AI Perkuat Pencegahan Karhutla di Ketapang

×

Jelang Musim Kemarau, Apel Siaga dan Teknologi AI Perkuat Pencegahan Karhutla di Ketapang

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka com, KETAPANG–Menjelang musim kemarau, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terus diperkuat.

Tidak hanya mengandalkan patroli dan kesiapsiagaan personel, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini untuk mengantisipasi potensi kebakaran sejak awal.

Teknologi tersebut diterapkan PT Agrolestari Mandiri, unit usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, melalui kamera pemantau (CCTV) berbasis AI yang mampu mendeteksi asap dan api secara real time hingga radius 17 kilometer.

Sistem ini melengkapi pemantauan hotspot berbasis satelit yang selama ini digunakan dalam pengawasan wilayah rawan karhutla.

Dengan kemampuan mendeteksi indikasi kebakaran lebih cepat, proses identifikasi dan verifikasi di lapangan dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga risiko meluasnya api dapat diminimalkan.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan karhutla yang lebih komprehensif.

Selain memperkuat sistem deteksi dini, perusahaan juga meningkatkan patroli rutin, pembinaan Masyarakat Siaga Api (MSA), serta kesiapan personel dan sarana pemadaman.

Komitmen itu ditegaskan melalui Apel Siaga Pencegahan Karhutla yang digelar PT Agrolestari Mandiri di Ketapang.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 250 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga perwakilan perusahaan sebagai bentuk penguatan koordinasi menghadapi musim kemarau.

Selain apel siaga, para pemangku kepentingan turut menandatangani komitmen bersama pencegahan karhutla.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Ketapang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pembukaan Lahan dengan Pembakaran Terkendali untuk Kearifan Lokal, serta simulasi penanganan karhutla yang diperagakan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD) perusahaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, yang bertindak sebagai inspektur apel, menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Karhutla bukan hanya menjadi urusan pemerintah atau BPBD. Pencegahan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang, Rudi Windra Darisman.

Menurutnya, sistem deteksi dini menjadi salah satu faktor kunci dalam menekan risiko karhutla.

“Langkah pencegahan yang paling efektif adalah memperkuat sistem peringatan dini dan deteksi dini, seperti monitoring hotspot secara berkala, patroli terpadu, serta pengecekan langsung di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Nanga Tayap, Sabran, menilai keterlibatan masyarakat memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan karhutla.

Ia menyebut kegiatan seperti apel siaga tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat karena menunjukkan keseriusan berbagai pihak dalam mencegah terjadinya kebakaran.

“Karhutla tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Karena itu, kolaborasi dan komunikasi yang baik sangat penting agar potensi kebakaran dapat dideteksi lebih dini dan dicegah sebelum menjadi bencana yang lebih besar,” katanya.

CEO Perkebunan Sinar Mas (PSM) 7, Bonny Wijaya, menambahkan bahwa teknologi merupakan alat pendukung yang efektif dalam mempercepat deteksi risiko kebakaran. Namun, menurutnya, keberhasilan pencegahan tetap bergantung pada sinergi seluruh pihak.

“Menjaga lingkungan dari risiko kebakaran membutuhkan kerja sama banyak pihak. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya.

Di tengah tantangan musim kemarau yang datang setiap tahun, pendekatan pencegahan karhutla kini semakin berkembang.

Perpaduan teknologi AI, kesiapsiagaan lapangan, serta kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memastikan potensi kebakaran dapat terdeteksi lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.