banner 468x60
Peristiwa

Minim Penerangan Diduga Jadi Faktor Pemicu Kecelakaan Maut Bus Damri dan Truk Trailer di Pontianak

×

Minim Penerangan Diduga Jadi Faktor Pemicu Kecelakaan Maut Bus Damri dan Truk Trailer di Pontianak

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka com, PONTIANAK – Minimnya penerangan jalan di kawasan Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara, diduga menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya kecelakaan maut antara Bus Damri dan truk trailer yang menewaskan seorang sopir pada Jumat (12/6/2026) malam.

Dugaan tersebut mencuat setelah jajaran Satlantas Polresta Pontianak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan yang berada di depan Pemakaman Yayasan Sentiasa.

Kasatlantas Polresta Pontianak, AKP Supriyanto, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi pencahayaan di lokasi kejadian tergolong minim.

Padahal, ruas Jalan Khatulistiwa merupakan jalur nasional yang setiap hari dilintasi kendaraan angkutan barang maupun penumpang dengan intensitas tinggi.

“Berdasarkan hasil olah TKP, pencahayaan di lokasi kejadian tergolong gelap. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang kami dalami dalam penyelidikan,” ujar Supriyanto, Sabtu (13/6/2026).

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 22.58 WIB. Saat itu, Bus Damri bernomor polisi KB 7701 S mengalami gangguan mesin dan terpaksa berhenti di badan jalan.

Sopir bus, Dimas Pratama Wijaksono, berada di bagian depan kendaraan untuk mengisi air radiator.

Di tengah kondisi jalan yang gelap, sebuah truk trailer Hino bernomor polisi KB 8734 AT yang melaju dari arah belakang diduga tidak menyadari keberadaan bus yang berhenti.

Truk kemudian menghantam bagian belakang kanan bus dengan keras.

Benturan tersebut menyebabkan Dimas terjatuh dan mengalami luka fatal hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Polisi menilai minimnya penerangan berpotensi mengurangi jarak pandang pengemudi terhadap kendaraan yang berhenti di badan jalan.

Risiko tersebut semakin besar mengingat Jalan Khatulistiwa merupakan jalur utama yang kerap dilalui kendaraan bertonase besar, terutama pada malam hari.

Selain faktor pencahayaan, penyidik juga mendalami apakah bus yang mengalami kerusakan telah dilengkapi tanda peringatan atau perangkat keselamatan yang memadai.

Hasil penyelidikan sementara mengindikasikan kendaraan tersebut diduga berhenti tanpa perlengkapan peringatan yang cukup bagi pengguna jalan lain.

“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk memastikan seluruh faktor yang menyebabkan kecelakaan ini,” kata Supriyanto.

Saat ini, polisi telah mengamankan kendaraan yang terlibat serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang merenggut satu nyawa tersebut.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penerangan jalan yang memadai di jalur-jalur utama Kota Pontianak.

Selain menjadi penunjang keselamatan pengguna jalan, pencahayaan yang baik dinilai dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan, terutama pada malam hari ketika visibilitas pengemudi terbatas.