banner 468x60
Info Ketapang

Bupati Ketapang Resmikan Teduh Coffee, Dorong Ruang Silaturahmi dan Diskusi untuk Kemajuan Daerah

×

Bupati Ketapang Resmikan Teduh Coffee, Dorong Ruang Silaturahmi dan Diskusi untuk Kemajuan Daerah

Sebarkan artikel ini

KETAPANG – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meresmikan Teduh Coffee yang ditandai dengan prosesi pemotongan pita dan peninjauan seluruh area kafe, Sabtu (6/6/2026).

Kehadiran kafe tersebut diharapkan menjadi ruang publik yang mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor usaha dan ekonomi kreatif di Kabupaten Ketapang.

Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan ucapan selamat atas Grand Opening Teduh Coffee serta mengapresiasi para pelaku usaha yang terus berinvestasi dan memberikan warna baru bagi perkembangan Kota Ketapang.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan selamat dan sukses atas Grand Opening Teduh Coffee. Semoga ke depan semakin sukses, lancar, dan jaya. Terima kasih juga telah hadir dan menambah semarak Kota Ketapang,” ujarnya.

Menurutnya, menjamurnya kafe dan warung kopi di Ketapang menunjukkan tingginya budaya bersosialisasi di tengah masyarakat. Bahkan, ia menilai jumlah tempat berkumpul di Ketapang tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya.

“Artinya secara sosiologis masyarakat kita memang senang bersosialisasi, bersilaturahmi, dan berkawan. Dengan adanya tempat seperti ini, mudah-mudahan berbagai persoalan dan dinamika yang terjadi di Ketapang dapat dibicarakan dengan suasana yang santai sambil menikmati secangkir kopi,” katanya.

Bupati juga mengapresiasi nama “Teduh” yang dinilainya memiliki makna filosofis mendalam. Menurutnya, teduh menggambarkan suasana yang sejuk, damai, mengayomi, serta mampu menjadi ruang rekonsiliasi dan tempat mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Ketika suasana di luar terasa panas, kita bisa datang ke sini untuk mencari kesejukan, berdiskusi, dan menemukan jalan keluar bersama. Itulah makna teduh yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyinggung sejumlah isu yang tengah menjadi perhatian masyarakat, seperti informasi mengenai kenaikan harga LPG dan sempat menurunnya harga kelapa sawit yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Ketapang.

Ia berharap berbagai persoalan tersebut tidak memicu gejolak sosial maupun ekonomi yang berkepanjangan. Menurutnya, ruang publik seperti kafe dapat menjadi tempat bertukar pikiran sekaligus memperkuat komunikasi di tengah masyarakat.

“Masyarakat Ketapang sebagian besar telah menggantungkan kehidupan pada sektor kelapa sawit, baik di wilayah pedalaman maupun pesisir. Namun saya percaya, ketika kita membangun komunikasi yang baik dan menjaga kebersamaan, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga budaya silaturahmi dengan semangat positif agar Ketapang tetap menjadi daerah yang aman, damai, nyaman, dan produktif.

“Semoga budaya berkumpul dan berdiskusi ini terus kita poles menjadi sesuatu yang positif sehingga Ketapang tetap menjadi rumah besar bagi kita semua untuk bergandeng tangan dan bergotong royong membangun daerah yang lebih maju, lebih baik, dan lebih sejahtera,” pesannya.

Sementara itu, Owner Teduh Coffee, Theo Bernadhi, S.Sos., mengatakan bahwa kehadiran Teduh Coffee berangkat dari keinginan sederhana untuk menghadirkan ruang yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Theo, Teduh Coffee tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga diharapkan menjadi wadah silaturahmi, bertukar gagasan, dan membangun kolaborasi demi kemajuan Kabupaten Ketapang.

“Tempat ini lahir dari keinginan sederhana agar siapa pun bisa datang tanpa sekat. Selain menjadi tempat ngopi, kami berharap Teduh Coffee dapat menjadi ruang silaturahmi dan ruang diskusi yang melahirkan ide-ide positif untuk kemajuan Kabupaten Ketapang,” ujarnya.

Peresmian Teduh Coffee menjadi simbol optimisme terhadap perkembangan sektor kuliner dan ekonomi kreatif di Kabupaten Ketapang. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat fungsi ruang publik sebagai tempat membangun komunikasi, mempererat kebersamaan, serta mendorong kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah.