banner 468x60
Aksara Landak

Hadirkan Berbagai Layanan, Bupati Karolin Tutup Bulan Bhakti Gotong Royong di Desa Tubang Raeng

×

Hadirkan Berbagai Layanan, Bupati Karolin Tutup Bulan Bhakti Gotong Royong di Desa Tubang Raeng

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menutup rangkaian Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Tahun 2026 di Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kamis, 2 Juli 2026.

Penutupan kegiatan dipusatkan di halaman SDN 03 Karangan, dengan menghadirkan berbagai layanan publik, mulai dari pelayanan kesehatan hingga administrasi kependudukan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan layanan sunatan massal, pemeriksaan kesehatan, Gerakan Pangan Murah, pelayanan administrasi kependudukan (Dukcapil), pembayaran pajak, serta sejumlah layanan pemerintah lainnya di satu lokasi.

Karolin mengatakan BBGRM merupakan agenda tahunan yang bertujuan menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Selama sekitar satu bulan pelaksanaan, pemerintah daerah bersama masyarakat melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kerja bakti.

“Melalui kegiatan BBGRM ini, kita selama kurang lebih satu bulan mendampingi masyarakat dan mengajak masyarakat untuk bergotong royong. Banyak kegiatan yang sudah dilakukan, mulai dari bakti sosial di gereja dan tempat ibadah hingga berbagai kegiatan lainnya,” kata Karolin.

Menurut dia, penutupan kegiatan sengaja dipusatkan di Desa Tubang Raeng dengan menghadirkan beragam pelayanan agar masyarakat memperoleh manfaat secara langsung.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat, dan melalui Bulan Bhakti Gotong Royong ini masyarakat digelorakan kembali semangat gotong royongnya, agar mereka bisa menjaga kebersihan lingkungan serta bergotong royong dalam berbagai aspek kehidupan yang sifatnya produktif,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Karolin mengingatkan bahwa budaya gotong royong tidak boleh hilang meski masyarakat telah memasuki era modern. Ia bahkan menyindir kebiasaan masyarakat yang hanya aktif mengajak bergotong royong melalui media sosial tanpa diikuti aksi nyata.

“Gotong royong sekarang jangan hanya di Facebook. Kita hidupkan kembali budaya gotong royong dari kita untuk kita, karena yang akan mengurus kampung kita adalah kita sendiri,” katanya.

Karolin juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama memasuki musim pancaroba yang berpotensi meningkatkan kasus demam berdarah dan chikungunya.

Ia meminta warga tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi rutin membersihkan lingkungan serta menghilangkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Landak, Theresia Limawardani, mengatakan rangkaian BBGRM ke-23 berlangsung selama satu bulan, mulai 4 Juni hingga 2 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di Dusun Adong I, Desa Tubang Raeng.

Selama pelaksanaan BBGRM, pemerintah bersama masyarakat melaksanakan berbagai kegiatan gotong royong, seperti pembersihan lingkungan gereja dan sekolah, perbaikan serta penyedotan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal, hingga pengecatan Gereja Katolik dan Gereja Protestan.

“Selain itu, digelar pula berbagai penyuluhan dan edukasi yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah,” terangnya.

Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, kesadaran membayar pajak, pemanfaatan lahan pekarangan, promosi kesehatan, perlindungan jaminan sosial, pengelolaan sampah, hingga pemeliharaan IPAL komunal.

Menurut Theresia, seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan, kebersihan lingkungan, dan pelayanan publik.