banner 468x60
Berita

DIB Salurkan Alat Tangkap untuk Nelayan Pelapis, Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir

×

DIB Salurkan Alat Tangkap untuk Nelayan Pelapis, Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Sebarkan artikel ini

KAYONG UTARA – PT Dharma Inti Bersama (DIB) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyalurkan bantuan alat tangkap ikan kepada kelompok nelayan di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Bantuan yang disalurkan berupa jaring insang (gill net) serta 2.500 mata kail pancing rawai. Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif CSR sektor perikanan tangkap yang bertujuan meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).

KIPP sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola PT DIB sebagai kawasan hilirisasi dan industrialisasi bauksit terintegrasi.

Melalui berbagai program pemberdayaan, perusahaan berupaya memastikan kehadiran kawasan industri juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

External Relation Manager PT DIB, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil identifikasi kebutuhan bersama kelompok nelayan di Desa Pelapis.

“Program ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menghadirkan alternatif alat tangkap yang dapat dimanfaatkan nelayan sesuai kondisi di lapangan. Selama ini sebagian besar nelayan masih bergantung pada kelong. Kami berharap jaring insang maupun pancing rawai dapat menjadi pilihan tambahan untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan,” ujarnya, kemarin.

Menurut Sugeng, diversifikasi alat tangkap menjadi langkah penting agar nelayan tetap memiliki pilihan untuk melaut dan memperoleh penghasilan meski kondisi cuaca berubah-ubah. Ia juga mengimbau agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara optimal dan tidak dipindahtangankan.

“Kami berharap para nelayan juga dapat memberikan masukan mengenai manfaat bantuan ini. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi kami untuk menyusun program-program yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Komitmen kami adalah terus tumbuh dan melangkah bersama masyarakat Pelapis,” katanya.

Ketua Kelompok Nelayan penerima bantuan jaring insang, Hamsyah, menyambut baik program tersebut. Ia menilai alat tangkap baru itu membuka peluang lebih besar bagi nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Dulu kami hanya mengandalkan kelong, sekarang kami memiliki alternatif menggunakan jaring insang sehingga peluang mendapatkan ikan menjadi lebih besar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Nelayan penerima bantuan pancing rawai, Sandi. Ia mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang disampaikan para nelayan kepada perusahaan.

“Kami berterima kasih kepada CSR DIB yang telah membantu kami. Selama ini kami lebih banyak menggunakan kelong, tetapi sekarang bisa mencoba metode lain dengan pancing rawai. Bantuan ini memang sesuai dengan kebutuhan yang kami usulkan bersama,” tuturnya.

Program bantuan alat tangkap ini melengkapi berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat yang sebelumnya telah dijalankan PT DIB di Desa Pelapis, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasionalnya.