banner 468x60
BeritaEkbisEkonomi

DIB Mengajar Hadir di Kepulauan Karimata, Siswa SMP Dapat Kelas Tambahan Bahasa Inggris

×

DIB Mengajar Hadir di Kepulauan Karimata, Siswa SMP Dapat Kelas Tambahan Bahasa Inggris

Sebarkan artikel ini

KAYONG UTARA – Upaya peningkatan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan terus dilakukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Kali ini, PT Dharma Inti Bersama (DIB) melalui Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) menggelar program DIB Mengajar bagi siswa SMP Negeri 3 Kepulauan Karimata, Desa Pelapis, Kabupaten Kayong Utara.

Program yang merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut menghadirkan pembelajaran tambahan Bahasa Inggris untuk membantu meningkatkan kemampuan dasar siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing.

Kegiatan belajar berlangsung secara interaktif dengan melibatkan relawan dari internal perusahaan, mulai dari tim CSR hingga karyawan berbagai departemen. Para siswa diajak mengikuti permainan edukatif, mengenal kosakata baru, berlatih percakapan sederhana, hingga mempraktikkan cara memperkenalkan diri dalam Bahasa Inggris.

Materi pembelajaran difokuskan pada tema greetings and introductions sebagai langkah awal membangun kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi dasar para pelajar.

Guru SMP Negeri 3 Kepulauan Karimata, Doni, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, keterbatasan akses pendidikan tambahan di wilayah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa.

“Kalau menurut saya, kemampuan bahasa asing siswa di sini memang agak kurang. Kami berharap dengan adanya program dari perusahaan ini bisa membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa asing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tuntutan pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP cukup tinggi karena siswa harus memahami bacaan dan kalimat secara utuh. Sementara itu, sebagian siswa masih menghadapi kendala dalam percakapan dasar maupun pelafalan.

Desa Pelapis yang berada di gugusan Kepulauan Karimata memiliki akses yang terbatas terhadap layanan pendidikan nonformal seperti kursus Bahasa Inggris maupun bimbingan belajar. Kondisi tersebut membuat program pendampingan belajar menjadi sangat dibutuhkan oleh para siswa.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme siswa terlihat meningkat. Jika pada awal pembelajaran banyak yang masih malu untuk berbicara di depan kelas, suasana belajar yang santai dan menyenangkan membuat mereka perlahan lebih percaya diri menggunakan Bahasa Inggris sederhana.

External Relations Manager Kawasan Industri Pulau Penebang, Sugeng Sulistiyo, mengatakan pendidikan merupakan salah satu fokus utama perusahaan dalam mendukung pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Selain program DIB Mengajar, perusahaan juga menjalankan berbagai program pendidikan lainnya, antara lain pemberian beasiswa penuh bagi pelajar SMA dan mahasiswa asal Desa Pelapis serta dukungan insentif bagi para guru Taman Pendidikan Alquran (TPA).

Menurut Sugeng, berbagai program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan pesisir dan kepulauan Kabupaten Kayong Utara.

“Melalui program-program CSR ini, perusahaan berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia Kayong Utara yang lebih kompetitif sekaligus membuka peluang pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda di wilayah kepulauan,” katanya.