banner 468x60
Kayong Utara

Stand Pameran Melawi Hadirkan Kekayaan Budaya dan Kuliner Lokal di MTQ Kalbar XXXIV

×

Stand Pameran Melawi Hadirkan Kekayaan Budaya dan Kuliner Lokal di MTQ Kalbar XXXIV

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, Kayong Utara – Keikutsertaan Kabupaten Melawi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara tidak hanya melalui perlombaan, tetapi juga dengan menghadirkan stand pameran yang menampilkan beragam produk unggulan daerah.

Di stand tersebut, pengunjung dapat melihat berbagai hasil kerajinan khas Melawi, mulai dari kain tenun yang diolah menjadi pakaian dan tas, anyaman tikar serta seplek, hingga aneka kerajinan berbahan limbah kayu yang memiliki nilai seni dan ekonomi.

Ariani, penjaga stand pameran Kafilah Kabupaten Melawi, mengatakan seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil karya masyarakat Melawi yang selama ini terus dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif daerah.

“Produk-produk ini kami bawa untuk memperkenalkan potensi Melawi kepada masyarakat Kalimantan Barat. Harapannya semakin banyak yang mengenal dan tertarik dengan hasil karya serta kuliner khas daerah kami,” ujarnya, Minggu (2/8).

Tak hanya kerajinan, stand Melawi juga menawarkan produk kuliner yang menjadi daya tarik tersendiri.

Salah satunya adalah abon sibung, makanan khas berbahan tanaman hutan yang banyak ditemukan di Kabupaten Melawi.

Selain abon sibung, tersedia pula varian abon tongkol dan abon telur yang diproduksi oleh pelaku usaha lokal.

Ketiga produk tersebut menjadi salah satu andalan Melawi dalam memperkenalkan cita rasa khas daerah kepada para pengunjung pameran.

Keberadaan stand pameran ini mendapat perhatian dari peserta maupun masyarakat yang hadir di arena MTQ.

Banyak pengunjung yang singgah untuk melihat langsung hasil kerajinan sekaligus mencicipi produk olahan khas Melawi.

Melalui pameran tersebut, Kabupaten Melawi berharap potensi budaya, kerajinan, dan produk UMKM lokal semakin dikenal luas serta mampu membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para pengrajin dan pelaku usaha daerah.