PONTIANAK – Harga ikan yang menjadi salah satu pertimbangan keluarga dalam memenuhi kebutuhan protein mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencari alternatif pangan dari lingkungan rumah.
Salah satunya dengan mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk budidaya ikan. Selain menyediakan sumber protein, cara ini dinilai dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mendukung upaya menekan angka stunting di Kalimantan Barat.
Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kalbar sekaligus Ketua TP-PKK Kalbar, Erlina Norsan, mengatakan budidaya ikan di rumah tidak selalu membutuhkan lahan luas dan modal besar.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber talk show dalam rangkaian Pekan Produk Kelautan dan Perikanan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalbar di Halaman Galeri Arsip Provinsi Kalbar, Kamis (13/8/2026).
“Intinya adalah tujuan kami bagaimana mengedukasi masyarakat dan mengenalkan kepada anak-anak mahasiswa supaya bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitarnya bagaimana pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sebagai budidaya ikan,” kata Erlina.
Menurut Erlina, pekarangan rumah dapat menjadi ruang untuk mendekatkan sumber pangan bergizi dengan keluarga. Tidak hanya ikan, lahan yang tersedia juga bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman pangan.
Edukasi tersebut nantinya tidak hanya menyasar masyarakat. Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) akan dilibatkan agar pengetahuan mengenai pemanfaatan pekarangan dapat diteruskan kepada masyarakat.
Program edukasi itu rencananya diperluas ke 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
“Insyaallah kami PKK Provinsi Kalbar akan turun ke 14 kabupaten kota. Akan kami bawa juga, turut serta berkolaborasi dengan anak-anak mahasiswa dari Polnep,” ujarnya.
Erlina berharap keterlibatan mahasiswa dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal budidaya ikan dengan cara sederhana dan menyesuaikannya dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Menurut dia, pemanfaatan pekarangan juga dapat menjadi salah satu alternatif menghadapi harga ikan yang terkadang sulit dijangkau sebagian keluarga.
Dengan memiliki sumber ikan sendiri, keluarga setidaknya memiliki pilihan untuk memenuhi kebutuhan protein tanpa sepenuhnya bergantung pada harga ikan di pasar.
“Yang harusnya kita kasih juga peluang untuk pemahaman masalah pemanfaatan pekarangan dengan tanaman-tanaman yang bermanfaat dan bergizi untuk dikonsumsi. Di situ juga ada perikanan dan pengelolaan budidaya ikan, karena itu salah satu tadi menekan angka bahwa ikan mahal,” jelasnya.
Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting
Erlina mengatakan peningkatan konsumsi ikan juga menjadi bagian dari upaya menekan stunting di Kalimantan Barat.
Menurut dia, keluarga perlu memahami pentingnya pemenuhan protein dan gizi anak sejak dini. Ikan menjadi salah satu sumber protein yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Selain itu kita menekan stunting perlu kita perhatikan karena stunting salah satu indikator prioritas untuk kita dari Kalimantan Barat ini. Melalui PKK Provinsi bagaimana kita betul-betul dengan perikanan ini dapat menekan angka stunting di Kalbar,” katanya.
Dorongan serupa disampaikan Gubernur Kalbar Ria Norsan. Ia mengajak para orang tua, khususnya ibu, membiasakan anak mengonsumsi ikan.
Menurut Norsan, masyarakat tidak harus terpaku pada jenis ikan tertentu. Berbagai jenis ikan dapat menjadi sumber protein selama dikonsumsi dalam kondisi segar.
“Ya, jadi kita mengajak ibu-ibu terutama untuk memberi anaknya makan ikan,” kata Norsan.
“Ikan apa saja boleh. Yang penting ikan segar supaya anaknya mendapat protein daripada ikan itu dan tidak sampai terjadi stunting,” lanjutnya.
Sementara itu, Pekan Produk Kelautan dan Perikanan yang berlangsung selama tiga hari menghadirkan 12 stan yang berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan.
Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan produk perikanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar ikan dan hasil perikanan tidak semata-mata dipandang sebagai komoditas yang dibeli di pasar.
Melalui pemanfaatan pekarangan, pemerintah mendorong keluarga mulai menjadikan lingkungan rumah sebagai salah satu sumber pangan, termasuk untuk menghasilkan ikan dan memenuhi kebutuhan protein anak.

















