banner 468x60
Aksara Landak

Dialog Dengan Warga pada GMD di Serimbu, Gubernur Kalbar Tampung Aspirasi

×

Dialog Dengan Warga pada GMD di Serimbu, Gubernur Kalbar Tampung Aspirasi

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Usai resmi membuka perhelatan Gema Membangun Desa (GMD) di Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menggelar dialog terbuka bersama warga dan para kepala desa, Sabtu (29/8/2026).

Didampingi Bupati Landak Karolin Margret Natasa serta jajaran Kepala OPD Provinsi Kalbar, Gubernur mendengarkan langsung rentetan aspirasi masyarakat. Beberapa di antaranya disampaikan oleh Kepala Desa Serimbu, Kepala Desa Jambu, dan Kepala Desa Sepangah.

Tak hanya menyampaikan usulan secara lisan, para kades juga menyerahkan dokumen proposal pembangunan secara langsung kepada Ria Norsan. Isu utama yang mengemuka mencakup perbaikan jalan status provinsi, jembatan gantung, pasokan air bersih di musim kemarau, hingga pembangunan sekolah SMK baru.

Menanggapi keluhan terkait infrastruktur, Ria Norsan membeberkan bahwa Pemprov Kalbar telah mengalokasikan anggaran bernilai puluhan miliar untuk perbaikan jalan di wilayah Landak pada tahun ini.

“Kalau tahun ini ada alokasi anggaran Rp 39 miliar, itu terbagi di beberapa ruas jalan status provinsi yang kita bangun di Kabupaten Landak,” ujar Ria Norsan kepada awak media.

Pembangunan SMK Dipatok 2027, Masalah Air Bersih Segera Dipetakan

Mengenai usulan pembangunan fasilitas pendidikan, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Gubernur menyambut positif dan memberi sinyal hijau selama persyaratannya terpenuhi.

“Kalau untuk sekolah, kalau tanahnya sudah tersedia, insya Allah di tahun 2027 bisa kita selesaikan pembangunannya,” tegas Norsan.

Selain pendidikan, persoalan krisis air bersih warga desa akibat musim kemarau turut menjadi perhatian serius Pemprov Kalbar. Pasalnya, mayoritas warga di kawasan pedalaman Landak mengandalkan sistem alir pipa berbasis gravitasi dari pegunungan.

“Tadi salah satu permohonan mereka adalah air bersih. Kita akan minta Dinas Perkim untuk turun meninjau langsung sumber airnya dan memetakan jalur pipanya. Setelah direncanakan dengan matang, baru akan kita eksekusi penanganannya,” jelasnya.

Genjot Akses Pelayanan Publik dan Sasaran GMD Selanjutnya

Terkait efektivitas perhelatan GMD yang turut memboyong berbagai loket pembayaran pajak hingga pengurusan dokumen kependudukan, Ria Norsan menekankan bahwa prioritas utamanya adalah pemangkasan birokrasi bagi warga desa.

“Tujuan utama kita adalah memberikan pelayanan lebih cepat dan langsung dirasakan oleh masyarakat desa melalui perantara Gema Membangun Desa ini,” ungkap mantan Bupati Mempawah tersebut.

Setelah sukses menggelar GMD edisi keempat di Desa Serimbu Landak, Ria Norsan membocorkan target lokasi program GMD berikutnya yang akan menyasar kawasan terluar di wilayah lain.

“Selanjutnya rencana kita menuju ke desa paling ujung di Kabupaten Ketapang, tepatnya di Kecamatan Kendawangan. Di sana banyak daerah industri. Setelah Ketapang, baru kita bergeser ke Kabupaten Bengkayang, rencananya di Lemukutan,” pungkasnya.