banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Gubernur Kalbar Respons Keluhan Warga Serimbu, Janjikan Tindak Lanjut Jalan, Jembatan, Sekolah, dan Air Bersih

×

Gubernur Kalbar Respons Keluhan Warga Serimbu, Janjikan Tindak Lanjut Jalan, Jembatan, Sekolah, dan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

LANDAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan merespons sejumlah aspirasi warga Desa Serimbu dan desa-desa di sekitarnya, Kabupaten Landak, mulai dari pembangunan jalan dan jembatan hingga penyediaan air bersih serta fasilitas pendidikan.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung masyarakat dalam dialog Gema Membangun Desa (GMD) ke-IV di Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak.

Dalam dialog itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai masih menghambat aktivitas dan pemenuhan pelayanan dasar masyarakat, terutama terkait konektivitas antarwilayah.

Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah pembangunan jalan Serimbu-Bengkayang. Menanggapi hal itu, Ria Norsan menjelaskan bahwa pembangunan ruas tersebut saat ini dilakukan dari arah Bengkayang menuju Serimbu.

“Kalau jalan yang kita bangun menuju Serimbu dari Kabupaten Landak, kita bangun dari Bengkayang, Suti Semarang, menuju ke Serimbu. Titik nolnya dari Bengkayang menuju Serimbu, bukan dari Serimbu ke Bengkayang,” kata Ria Norsan.

Menurut dia, pembangunan ruas jalan tersebut telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp12 miliar. Pemerintah, kata dia, akan melanjutkan pembangunan hingga ruas tersebut tersambung sesuai rencana.

“Kita sudah bangun dari Bengkayang, Suti Semarang, nanti akan menuju ke Serimbu. Tinggal Bapak menunggu sampai selesai,” ujarnya.

Air Bersih Ditargetkan Ditindaklanjuti

Selain infrastruktur jalan, warga juga mengeluhkan keterbatasan akses air bersih.

Ria Norsan mengatakan Pemprov Kalbar memiliki program penyediaan air bersih yang dapat memanfaatkan sumber air dari kawasan pegunungan. Salah satu sistem yang dapat diterapkan adalah mengalirkan air menggunakan jaringan perpipaan dengan memanfaatkan gravitasi.

“Untuk air bersih, ada program kita. Kalau di sini biasanya menggunakan sistem gravitasi, sumber air dari pegunungan kemudian dialirkan menggunakan pipa ke rumah-rumah warga,” katanya.

Namun, sebelum program tersebut direalisasikan, pemerintah akan melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan.

Jika sumber air dan kondisi teknis memungkinkan, pembangunan sarana air bersih tersebut diupayakan masuk dalam perencanaan 2027.

“Kita nanti akan cek di lapangan di mana ada sumber air di gunung di sini. Kemudian akan kita rencanakan dan laksanakan pembangunannya. Mudah-mudahan pada 2027 kita bisa cek dan tindak lanjuti,” ujar Ria Norsan.

Jalan ke Engkangin dan Jembatan Jambu Tembawang

Aspirasi lain datang dari warga yang meminta akses jalan menuju Dusun Sahamin hingga wilayah Engkangin diperbaiki.

Ria Norsan mengatakan jalan provinsi saat ini telah dibangun hingga Serimbu. Pemprov Kalbar selanjutnya akan mengecek kemungkinan melanjutkan pembangunan hingga Engkangin.

“Nanti kita coba cek apakah bisa dilanjutkan sampai ke Engkangin. Kalau tidak, kita akan upayakan melalui program jalan lingkungan,” tuturnya.

Untuk itu, perangkat daerah terkait diminta melihat kemungkinan memasukkan usulan tersebut dalam program pembangunan.

Sementara itu, Kepala Desa Jambu Tembawang menyampaikan aspirasi pembangunan jembatan gantung yang sebelumnya mengalami kerusakan.

Ria Norsan mengatakan pembangunan jembatan tersebut akan diupayakan masuk dalam program 2027. Namun, pemerintah terlebih dahulu harus menyiapkan perencanaan dan desain teknis.

“Untuk jembatan gantung Jambu Tembawang yang kemarin rusak, kita upayakan mudah-mudahan bisa dimasukkan pada 2027. Kita desain dulu gambarnya, kemudian bentangannya dan lebarnya. Kalau desainnya sudah siap dan dananya tersedia, akan kita sampaikan kepada Ibu Bupati,” katanya.

Bisa Diusulkan ke Pemerintah Pusat

Ria Norsan mengatakan tidak seluruh kebutuhan infrastruktur harus ditangani melalui anggaran pemerintah provinsi. Jika belum dapat masuk dalam program provinsi, pemerintah daerah dapat mencari alternatif dukungan melalui pemerintah pusat.

“Kita berupaya semaksimal mungkin. Kalau tidak bisa masuk dalam program jalan provinsi, mungkin kita tempuh melalui Inpres Jalan Daerah. Biasanya kalau ingin lebih cepat, bisa juga diusulkan melalui anggota DPR RI,” ujarnya.

Ia menyebut Ketua Komisi V DPR RI Lazarus sebagai salah satu pihak yang dapat membantu memperjuangkan kebutuhan pembangunan infrastruktur Kalimantan Barat melalui pemerintah pusat.

Pemprov Kalbar, kata Ria Norsan, juga siap memberikan rekomendasi atas usulan masyarakat agar dapat diperjuangkan melalui pemerintah pusat.

“Nanti kami bantu. Kita buat rekomendasi dari gubernur, kemudian kita sampaikan kepada Komisi V DPR RI. Mudah-mudahan dengan rekomendasi dari Ibu Bupati juga, usulannya bisa lebih cepat diprioritaskan,” katanya.

Melalui GMD ke-IV, Pemprov Kalbar dan Pemkab Landak berupaya memperkuat koordinasi dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Persoalan konektivitas, air bersih, jembatan, dan fasilitas dasar lainnya menjadi bagian dari kebutuhan pembangunan yang diharapkan dapat masuk dalam perencanaan pemerintah.