banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Anak Penjual Kerupuk Jadi Pengibar Bendera di Istana, Norsan: Jangan Minder dengan Latar Belakang

×

Anak Penjual Kerupuk Jadi Pengibar Bendera di Istana, Norsan: Jangan Minder dengan Latar Belakang

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Kisah dua putra-putri Kalimantan Barat, Celina dan Mirza, yang dipercaya menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kalbar.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi keberhasilan keduanya menjalankan tugas dalam upacara kenegaraan yang berlangsung pada Senin (17/8/2026).

Celina dipercaya sebagai pembawa baki, sedangkan Mirza mendapat tugas sebagai pengibar bendera dalam upacara di Istana Merdeka.

Norsan mengungkapkan, sebelum berangkat ke Jakarta, keduanya sempat menghadap dirinya. Saat itu, ia berpesan agar Celina dan Mirza memberikan kemampuan terbaik serta tidak lupa berdoa.

“Kan kemarin sebelum berangkat, dia menghadap saya. Saya hanya berdoa, sebisanya berdoa. Mudah-mudahan kalian sampai di sana nanti terpilih yang terbaik,” kata Norsan, Selasa (18/8/2026).

Menurut Norsan, doa tersebut seolah terjawab. Celina dan Mirza tidak hanya terpilih menjadi bagian dari Paskibraka nasional, tetapi juga mendapat tugas penting dalam upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka.

“Alhamdulillah doa kita dijabah. Celina pembawa baki dan Mirza pengibar bendera, dua-duanya berhasil,” ujarnya.

Bagi Norsan, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama Kalimantan Barat ke panggung nasional.

Ia memastikan Celina dan Mirza akan mendapat sambutan saat kembali ke Kalbar sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah mereka raih.

“Pulangnya nanti kita sambut karena membawa harum nama Kalbar,” katanya.

Namun, Norsan melihat ada pesan yang lebih besar dari keberhasilan kedua pelajar tersebut. Menurut dia, prestasi Celina dan Mirza menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi siapa saja, tanpa harus melihat latar belakang ekonomi keluarga.

Ia mencontohkan Mirza yang berasal dari keluarga sederhana. Orang tua Mirza sehari-hari berjualan kerupuk.

“Mirza itu orang tuanya jualan kerupuk. Berapalah penghasilan jual kerupuk, tapi dia semangat untuk maju yang luar biasa,” ungkap Norsan.

Kondisi ekonomi keluarga, lanjut dia, tidak menjadi penghalang bagi Mirza untuk berprestasi hingga akhirnya dipercaya mengemban tugas dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka.

Hal serupa juga disampaikan Norsan mengenai Celina. Ia menyebut Celina juga bukan berasal dari keluarga berada. Namun, kemauan dan kerja keras membuatnya mampu mencapai prestasi hingga dipercaya menjadi pembawa baki.

“Demikian juga Celina, bukan dari orang yang berada, tapi punya semangat dan kemauan,” ujarnya.

Norsan berharap kisah Celina dan Mirza menjadi penyemangat bagi generasi muda Kalbar. Ia meminta anak-anak muda tidak merasa rendah diri hanya karena berasal dari keluarga sederhana.

Menurutnya, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

“Anak-anakku sekalian, tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau berusaha dan berdoa,” tutup Norsan.