banner 468x60
Aksara Landak

PT PAR Landak Latih Personel Damkar Sebagai Komitmen Hadapi Ancaman Karhutla

×

PT PAR Landak Latih Personel Damkar Sebagai Komitmen Hadapi Ancaman Karhutla

Sebarkan artikel ini

LANDAK – PT Prime Agri Resources Tbk (PT PAR) Landak Area menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Batch 2 sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran lahan.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Manggala Agni Kalimantan 8 Pontianak tersebut berlangsung selama tiga hari, 27-29 Agustus 2026.

Pada hari terakhir pelatihan, sebanyak 70 personel pemadam kebakaran dari sejumlah unit perusahaan mengikuti simulasi langsung pemadaman api. Yakni berasal dari PT TTT, PT PAS, PT KMM, PT APU, PT NSA, dan PT KPN.

Dalam simulasi tersebut, para peserta mempraktikkan penggunaan berbagai peralatan hingga kendaraan pemadam kebakaran milik perusahaan.

General Manager PT PAR Landak Area, Mahmudi, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya serius perusahaan dalam membangun kemampuan personel menghadapi kebakaran di lapangan.

Menurut dia, memadamkan api di lapangan membutuhkan keterampilan, kerja sama tim, serta kesiapsiagaan yang baik.

“Kenapa kita lakukan pelatihan seperti ini? Faktanya di lapangan, kita harus punya tim,” kata Mahmudi saat penutupan Bimtek Karhutla Batch 2.

Ia mengatakan, dalam satu bulan terakhir jumlah titik panas di Kalimantan Barat cukup tinggi dan mencapai ratusan titik setiap harinya.

Bahkan, di lingkungan PT PAR, jumlah titik panas yang terpantau pernah mencapai 72 titik.

Kondisi tersebut, menurut Mahmudi, menunjukkan pentingnya kerja sama dan kesiapan seluruh pihak dalam melakukan pencegahan serta pengendalian kebakaran.

“Kemarau masih menjelang sampai dengan estimasinya sampai bulan Oktober karena El Nino. Berarti ada dua bulan ke depan yang harus kita hadapi,” ujarnya.

Mahmudi berharap, para peserta yang telah mengikuti pelatihan selama tiga hari dapat menjadi tim yang memiliki keterampilan dalam menghadapi potensi kebakaran.

Kemampuan tersebut, kata dia, tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga dapat diterapkan untuk membantu masyarakat dan menjaga lingkungan.

“Api kecil jadi kawan, sudah besar jadi lawan,” katanya.

Ia menegaskan, pengendalian kebakaran membutuhkan partisipasi aktif berbagai pihak.

Menurut Mahmudi, pelatihan tersebut merupakan investasi penting untuk memperkuat kemampuan personel dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Kepala Pemadam Manggala Agni Kalimantan 8 Pontianak, Budiono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud keseriusan perusahaan dalam membangun kerja sama dengan pemerintah dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

“Ini wujud keseriusan dan mudah-mudahan bisa terjalin kerja sama yang baik antara pihak pemerintah dan pihak perusahaan atau swasta dalam hal penanggulangan atau pengendalian kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kalimantan Barat dan Landak,” kata Budiono.

Ia mengatakan, materi dan pengetahuan yang diberikan selama pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada personel lainnya di masing-masing unit kerja.

Menurut Budiono, para peserta juga masih perlu terus mengembangkan kemampuan setelah kembali ke wilayah kerja masing-masing.

Ia menilai simulasi yang dilakukan pada hari terakhir menjadi bagian penting untuk menguji kemampuan peserta dalam menerapkan materi yang telah diperoleh selama pelatihan.

Meski waktu praktik yang tersedia relatif singkat, Budiono mengapresiasi kerja sama para peserta selama simulasi berlangsung.

“Walaupun tidak sempurna, ada yang masih kurang, ada yang bingung, itu dalam hal ini wajar. Nantinya bisa dikembangkan dan diperbaiki di masing-masing estate setelah Bapak pulang dari sini,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, PT PAR Landak Area berharap kesiapsiagaan personel dalam menghadapi ancaman Karhutla semakin meningkat, terutama di tengah musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026.