banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Chinook Jepang Disiapkan, Norsan Perkuat Penanganan Karhutla Kayong Utara

×

Chinook Jepang Disiapkan, Norsan Perkuat Penanganan Karhutla Kayong Utara

Sebarkan artikel ini

KAYONG UTARA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus diperkuat. Gubernur Kalbar Ria Norsan menyerahkan bantuan peralatan pemadam kepada perwakilan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9/2026).

Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, terutama di wilayah yang rawan karhutla selama musim kemarau.

Penyerahan bantuan dilakukan setelah Sosialisasi Penyuluhan MPA di Aula Kantor Bupati Kayong Utara. Kegiatan itu dihadiri Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, Wakil Bupati, Forkopimda, sejumlah kepala OPD, serta perwakilan MPA dari 10 desa di Kecamatan Sukadana.

Norsan mengatakan penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kabupaten hingga masyarakat di tingkat desa.

Penguatan juga dilakukan dari udara. Pemerintah, kata Norsan, tengah mengupayakan dukungan helikopter untuk membantu menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani dari darat.

Namun, operasi udara masih menghadapi kendala jarak pandang akibat kondisi asap di sejumlah wilayah.

“Dalam waktu dekat, bantuan helikopter Chinook dari Jepang direncanakan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Kijing menuju Ketapang untuk membantu pemadaman api di Ketapang dan Kayong Utara,” ujar Norsan.

Menurutnya, dukungan helikopter tersebut diharapkan dapat memperkuat operasi pemadaman, terutama di wilayah yang memiliki titik api dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

Di sisi lain, Norsan meminta aparat penegak hukum tidak ragu menindak pihak yang terbukti sengaja membakar lahan.

“Saya harap Bapak Kapolres bisa melihat dan menindak jika memang terdapat pelanggaran hukum, termasuk perusahaan-perusahaan yang dengan sengaja membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.

Ia menegaskan, upaya penanganan karhutla harus berjalan beriringan, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan masyarakat, pemadaman hingga penegakan hukum.

Bantuan peralatan kepada MPA diharapkan membuat masyarakat semakin siap merespons kebakaran sejak dini, sementara dukungan operasi udara menjadi bagian dari upaya mempercepat pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau.

Pemerintah Provinsi Kalbar juga terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar penanganan karhutla di Kayong Utara dan daerah lain dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.