banner 468x60
Pontianak

Pemkot Pontianak Tata Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

×

Pemkot Pontianak Tata Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak mulai menata jaringan kabel telekomunikasi yang semrawut di ruang publik. Selain merapikan kabel yang menggantung di sejumlah ruas jalan, Pemkot menyiapkan masterplan jaringan utilitas bawah tanah untuk menciptakan kota yang lebih tertata, aman, dan nyaman.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kabel jaringan yang menjuntai, menumpuk pada satu tiang, hingga menggantung dengan ketinggian tidak seragam perlu ditangani secara serius.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama pengguna jalan dan pejalan kaki.

“Kita ingin Pontianak ini semakin tertata. Kabel-kabel jaringan yang selama ini terlihat semrawut akan kita rapikan. Ini menyangkut wajah kota, tetapi juga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya saat membuka Rapat Penataan, Keteraturan, dan Penertiban Instalasi Jaringan Fiber Optic (FO) dan Kabel Utilitas di Pontive Center, Kamis (8/10/2026).

Berdasarkan hasil pemetaan dan survei di sejumlah koridor jalan, masih ditemukan kabel yang menumpuk pada satu tiang, gulungan kabel dan sambungan yang menggantung, serta instalasi yang melintas di dekat badan jalan, jalur pejalan kaki, vegetasi, hingga saluran air.

Kondisi tersebut membuat kawasan perkotaan terlihat semrawut sekaligus berpotensi menghambat pemeliharaan fasilitas publik.

Edi menegaskan, penataan harus dilakukan secara terpadu karena dalam satu koridor terdapat berbagai jaringan utilitas, mulai dari fiber optik hingga kabel listrik dan perangkat sambungan. Karena itu, Pemkot akan melibatkan operator jaringan dan pemangku kepentingan terkait agar penertiban berjalan terkoordinasi.

“Jangan sampai setelah dirapikan, muncul lagi kabel baru yang tidak tertata. Karena itu harus kita data, kita koordinasikan, kemudian penataannya dilakukan bersama,” katanya.

Selain merapikan jaringan yang sudah terpasang, Pemkot Pontianak menyiapkan masterplan ducting atau saluran utilitas bawah tanah. Konsep ini dirancang untuk mengintegrasikan jaringan fiber optik, listrik, dan air bersih dalam sistem yang lebih terencana.

Melalui sistem tersebut, pekerjaan utilitas diharapkan tidak lagi dilakukan secara tumpang tindih, terutama dalam kegiatan penggalian jalan. Penataan jaringan bawah tanah juga diharapkan mempermudah pemeliharaan sekaligus mengurangi gangguan terhadap ruang publik.

Edi mengatakan, penataan akan dilakukan secara bertahap dengan memperjelas perencanaan dan memperkuat koordinasi antarpihak.

“Kita kerjakan bertahap. Yang penting arah penataannya jelas, koordinasinya jalan, dan ke depan utilitas kota kita semakin tertib,” ujarnya.

Penataan kabel dan perencanaan utilitas bawah tanah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Pontianak meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan, sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih rapi dan nyaman bagi masyarakat.