banner 468x60
Ekonomi

Kemarau Panjang, KIPP dan BPBD Kayong Utara Salurkan Satu Juta Liter Air Bersih

×

Kemarau Panjang, KIPP dan BPBD Kayong Utara Salurkan Satu Juta Liter Air Bersih

Sebarkan artikel ini

KAYONG UTARA – Kemarau panjang membuat sejumlah sumur dan parit yang menjadi sumber air masyarakat di Kabupaten Kayong Utara mengering. Sejak Agustus 2026, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara telah menyalurkan satu juta liter air bersih untuk membantu warga terdampak.

Distribusi dilakukan secara bertahap ke sejumlah wilayah dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan akses menuju lokasi. Bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama air minum dan keperluan rumah tangga.

Dampak kekeringan dirasakan warga Dusun Karya Makmur, Desa Medan Jaya. Supari, salah seorang warga, mengatakan masyarakat kesulitan mendapatkan air setelah sumur dan parit yang biasa digunakan mengering.

Sebagian warga terpaksa memanfaatkan sisa air yang tersedia, membeli air bersih, atau mencari air gambut dari wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Selama musim kemarau ini, ketersediaan air sangat kurang. Sumur-sumur maupun parit sudah tidak ada airnya. Kami sangat membutuhkan bantuan air bersih seperti ini,” ujar Supari.

Menurut dia, bantuan air yang diterima dapat memenuhi kebutuhan keluarga selama tiga hingga empat hari, bergantung pada jumlah pemakaian. Ia berharap penyaluran terus berlanjut jika kemarau belum berakhir.

Kepala Dusun Karya Makmur, Budiono, mengatakan keterbatasan air untuk konsumsi menjadi persoalan utama warga. Air yang masih tersedia di sejumlah lokasi sebelumnya lebih banyak digunakan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi.

Berdasarkan data BPBD Kayong Utara, penyaluran air bersih melalui kolaborasi dengan KIPP telah menjangkau Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, dan Pulau Maya.

Sejumlah desa yang menerima bantuan meliputi Pemangkat, Medan Jaya, Pulau Kumbang, Teluk Batang, Padu Banjar, Sei Mata-mata, Teluk Melano, Sei Paduan, Simpang Tiga, dan Nipah Kuning.

External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan sumber air selama musim kemarau.

“Kami memahami ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terlebih ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan. Karena itu, KIPP bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara untuk membantu penyaluran air bersih ke wilayah yang membutuhkan,” kata Sugeng.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air untuk minum dan memasak.

Sementara itu, BPBD Kayong Utara menyatakan penanganan darurat kekeringan masih berlanjut karena pasokan air di sejumlah wilayah belum sepenuhnya pulih.

Kolaborasi penyaluran air bersih diharapkan dapat membantu warga bertahan menghadapi kemarau, sembari menunggu sumber air kembali tersedia.