banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Gubernur Norsan Minta Waktu Tunggu Dokter Spesialis di RSUD Soedarso Dievaluasi

×

Gubernur Norsan Minta Waktu Tunggu Dokter Spesialis di RSUD Soedarso Dievaluasi

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, meminta manajemen RSUD dr. Soedarso mengevaluasi waktu tunggu pasien, terutama untuk pelayanan dokter spesialis. Evaluasi diperlukan menyusul keluhan masyarakat terkait lamanya antrean dan keterlambatan pelayanan di rumah sakit rujukan utama Kalbar tersebut.

Permintaan itu disampaikan Norsan setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD dr. Soedarso, Senin (2/11/2026). Dalam kunjungan tersebut, dia berdialog langsung dengan pasien dan keluarga untuk mendengar pengalaman mereka selama menjalani pelayanan kesehatan.

“Dari hasil dialog dengan masyarakat, secara umum pelayanan sudah dinilai bagus. Namun, masih ada keluhan terkait pelayanan dokter spesialis karena pasien harus menunggu cukup lama,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pengecekan, salah satu penyebab keterlambatan pelayanan di poliklinik adalah dokter spesialis yang sedang melakukan tindakan operasi.

Meski demikian, Norsan meminta kondisi tersebut diantisipasi melalui pengaturan jadwal dan peningkatan kedisiplinan tenaga medis. Menurutnya, pasien yang datang ke rumah sakit membutuhkan pelayanan yang cepat dan kepastian waktu, terutama ketika kondisi kesehatan mereka memerlukan penanganan segera.

“Saya meminta kepada para dokter yang bekerja di rumah sakit ini agar disiplin dengan waktu, karena pasien sudah lama menunggu dan membutuhkan pertolongan dengan cepat,” tegasnya.

Norsan juga mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tugas profesional, tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan. Dokter dan perawat diharapkan memberikan pelayanan dengan empati, ketulusan, serta memperhatikan kondisi pasien.

“Dokter dilantik pertama kali adalah untuk kemanusiaan dan menolong orang. Saya berpesan kepada para dokter dan perawat agar melayani masyarakat dengan senang hati dan ikhlas, sehingga hal tersebut dapat menjadi amal di kemudian hari,” pesannya.

Selain kedisiplinan tenaga medis, Norsan meminta sistem penjadwalan dokter spesialis turut dievaluasi. Manajemen rumah sakit juga diharapkan memperkuat penyampaian informasi kepada pasien apabila terjadi keterlambatan akibat tindakan medis atau kondisi tertentu.

Menurutnya, pasien tidak seharusnya dibiarkan menunggu terlalu lama tanpa kepastian mengenai waktu pelayanan. Informasi yang jelas dinilai penting agar masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi dan memperoleh kepastian terkait antrean mereka.

Norsan menegaskan, RSUD dr. Soedarso sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalbar harus terus meningkatkan mutu pelayanan, baik dari sisi kecepatan, keramahan maupun kepastian waktu.

“Jangan sampai masyarakat kita yang sudah sakit harus semakin terbebani karena menunggu terlalu lama. Layani dengan hati, karena kesehatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah,” pungkasnya.