AKSARALOKA.COM, KUCHING-Untuk melaksanakan pemunggutan suara pada Pemilu 2024, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuching per tanggal 30 November 2023 telah melakukan perekrutan sebanyak ratusan orang yang nantinya akan di tugaskan sebagai pembawa Kotak Suara Keliling (KSK) dan di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) di seluruh Sarawak Malaysia.
“Awalnya ada 841 orang yang pendaftar sebagai petugas KSK dan TPSLN pada Pemilu 2024 di Sarawak Malaysia ini, kami telah menjaring sebanyak 657 orang. Mereka ini nantinya akan bertugas di 153 KSK sebanyak 459 orang, kemudian di masing-masing KSK juga akan ditempati oleh petugas ketertiban sebanyak satu orang,” kata anggota PPLN Kuching, Martinsasi di Kuching, Senin 11 Desember 2023.
Ia mengatakan, mereka yang mendaftar dan terjaring merupakan warga Indonesia baik itu pekerja Indonesia, mahasiswa, Diaspora dan kelompok masyarakat Indonesia yang ada di Sarawak, Malaysia.
Martin menjelaskan, untuk lima TPSLN yang ada di kompleks kantor KJRI Kuching, akan di isi oleh 35 orang, dimana masing-masing TPSLN akan diisi sebanyak tujuh orang petugas. Dan dari lima TPS itu masing-masing akan di isi oleh dua orang petugas ketertiban.
Sementara ujar Martin lagi, untuk tugas yang akan dilakukan sama dengan tugas-tugas anggota TPS di Indonesia yaitu melaksanakan pemungutan dan perhitungan suara.
Sedangkan untuk melakukan tugasnya, para anggota KSK dan TPSLN yang terpilih akan mulai melakukan pemunggutan suara antara tanggal 3 hingga 11 Februari 2024.
Kemudian untuk melakukan perhitungan suara akan dilakukan secara serempak pada tanggal 14 Februari 2024.
“Jadi, usai pelaksanaan KSK semua hasil pemungutan suara di seluruh Sarawak akan dibawa dan dikumpulkan dulu ke KJRI Kuching, kemudian pada tanggal 14 November 2024 akan di hitung serentak,” ungkap Martin.
Ia mengakui memang pelaksanaan pemunggutan suara di Sarawak Kuching seminggu lebih dulu di dilakukan dari pemunggutan suara di Indonesia.
Hal itu guna mengantisipasi pendistribusian hasil pemunggutan suara KSK yang daerahnya jauh seperti salah satunya ke wilayah Lawas dan Limbang. Dimana kedua wilayah ini harus ditempuh dengan melintasi negara Brunai Darussalam.
“Kami bersukur dan sangat berterima kasih, karena kerja-kerja yang kami lakukan disupport oleh pihak Kepolisian dan pemerintah Sarawak, Malaysia. Jadi Insya Allah tidak ada kendala, dan kami berharap pelaksanaan nanti bisa berjalan aman dan lancar,” tutupnya.













