banner 468x60
Uncategorized

Pelajar Diajak Cintai Warisan Budaya Lewat Pengenalan Kuliner Tradisional Mempawah

×

Pelajar Diajak Cintai Warisan Budaya Lewat Pengenalan Kuliner Tradisional Mempawah

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, MEMPAWAH – Upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat. Salah satunya melalui kegiatan “Pelajar Cinta Warisan Budaya” yang digelar di RM Pondok Pengkang Peniti, Kabupaten Mempawah.

Hal Ini diungkapkan Plt Kadisdikbud Kalbar, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, 10 Maret 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat kekayaan kuliner tradisional khas Mempawah sebagai media edukasi budaya bagi para pelajar. Para peserta diperkenalkan dengan Pengkang, kuliner khas Mempawah yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Tak hanya mendapatkan materi, para pelajar juga mengikuti praktik langsung pembuatan pengkang agar lebih memahami proses, filosofi, hingga nilai budaya yang terkandung di dalam kuliner tradisional tersebut.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya daerah melalui pendekatan edukatif kepada generasi muda.

Menurutnya, pengenalan budaya sejak dini penting dilakukan agar warisan tradisi lokal tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan pelajar terhadap budaya daerah sendiri, khususnya warisan kuliner tradisional Kalimantan Barat,” ujarnya.

Selain pengkang, para pelajar juga diperkenalkan dengan warisan budaya takbenda lainnya dari Kabupaten Mempawah, seperti Aek Serbat dan Cengkarok. Kedua kuliner tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat lokal.

Faisal berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pelajar di berbagai daerah di Kalimantan Barat.

“Kami berharap generasi muda tidak hanya mengenal budaya melalui cerita, tetapi juga ikut merasakan dan mempraktikkannya secara langsung. Dengan begitu, pelestarian budaya dapat terus hidup dari generasi ke generasi,” pungkasnya.