Aksaraloka.com, PONTIANAK– Di tengah gempuran budaya pop global, Badan Musyawarah Kebudayaan (BAMUSBUD) Kalimantan Barat mulai memperkuat langkah untuk masuk ke ranah pendidikan. Edukasi dan sosialisasi kebudayaan lokal kini menjadi prioritas untuk memastikan identitas daerah tidak luntur di tangan generasi muda, 20 Maret 2026.
Plt Kadisdikbud Kalbar, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri menegaskan bahwa pelajar merupakan aktor kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem budaya. Baginya, budaya tidak boleh hanya berhenti di panggung pertunjukan, tetapi harus masuk ke dalam ruang kelas sebagai materi yang aplikatif dan relevan dengan zaman.
“Kita harus memberikan penekanan bahwa kebudayaan Kalbar itu bukan sesuatu yang kuno. Edukasi kepada pelajar harus dilakukan dengan pendekatan yang terbuka dan kritis, agar mereka merasa memiliki (sense of belonging) terhadap akar budayanya sendiri,” ujar Faisal kepada.
Budaya Sebagai Filter Karakter Pelajar
Faisal menilai, sosialisasi kebudayaan di tingkat sekolah bukan sekadar mengenalkan tarian atau pakaian adat, melainkan menanamkan nilai-nilai filosofis di baliknya. Menurutnya, pemahaman budaya yang kuat akan menjadi filter alami bagi pelajar dalam menyaring pengaruh eksternal di era digital.
“Edukasi ini adalah investasi jangka panjang. Jika pelajar memahami sejarah dan nilai-nilai luhur dari keberagaman kita di Kalimantan Barat, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat dan toleran,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti perlunya sinergi antara pelaku budaya dan lembaga pendidikan untuk menciptakan metode sosialisasi yang menarik, misalnya melalui penggunaan teknologi atau proyek seni kolaboratif di sekolah-sekolah.
Mendorong Peningkatan IPK di Kalbar
Langkah masif ke kalangan pelajar ini juga diharapkan mampu berkontribusi nyata terhadap kenaikan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Provinsi Kalimantan Barat. Faisal menjelaskan bahwa salah satu dimensi penting dalam IPK adalah pendidikan kebudayaan.
“Target kita jelas, bagaimana integrasi ekosistem budaya ini bisa meningkatkan literasi budaya pelajar. Jika literasi budayanya baik, maka IPM dan IPK kita juga akan terkerek naik secara organik,” tegas Faisal.
BAMUSBUD Kalbar berkomitmen untuk terus menjadi jembatan sosialisasi ini, memastikan bahwa setiap pelajar di Kalimantan Barat bangga akan identitasnya sebagai bagian dari masyarakat yang kaya akan warisan tradisi namun tetap berpikiran maju.

















