Aksaraloka.com, PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat terus melakukan langkah-langkah strategis untuk mendongkrak angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui sektor pendidikan menengah. Fokus utama saat ini adalah memastikan lulusan SMA dan SMK di 14 kabupaten/kota memiliki daya saing yang mumpuni, 30 Maret 2026.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Sy Faisal Indahmawan Alkadri, menyatakan bahwa peningkatan IPM bukan sekadar mengejar angka statistik, melainkan upaya nyata dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan produktif.
Menurut Faisal, ada beberapa skema yang sedang dijalankan Disdikbud Kalbar untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga, di antaranya, memastikan tidak ada lagi hambatan bagi anak usia sekolah untuk mengenyam bangku SMA/SMK, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Lanjut Faisal, khusus untuk SMK, Disdikbud mendorong kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja di Kalimantan Barat agar lulusan bisa langsung terserap lapangan kerja atau berwirausaha. Kemudian, peningkatan kompetensi guru yakni, kualitas tenaga pendidik menjadi kunci utama dalam mentransfer ilmu dan karakter kepada siswa serta optimalisasi sarana prasarana, seperti pembangunan gedung sekolah baru dan revitalisasi ruang kelas guna mendukung iklim belajar yang kondusif.
“Peningkatan IPM di level menengah ini krusial. Kita ingin anak-anak kita tidak hanya lulus, tapi punya skill yang bisa dipertanggungjawabkan. Itulah cara kita menaikkan rata-rata lama sekolah dan kualitas hidup masyarakat Kalbar secara jangka panjang,” ujar Sy Faisal kepada awak media.
Faisal menjelaskan bahwa tujuan akhir dari seluruh upaya ini adalah memperkecil kesenjangan kualitas SDM antar wilayah di Kalbar. Dengan IPM yang tinggi, diharapkan angka kemiskinan menurun dan pertumbuhan ekonomi daerah meningkat karena didukung oleh tenaga kerja yang terampil.
“Jika IPM kita kuat, maka daya saing daerah juga akan meningkat secara nasional. Kita ingin lulusan SMA/SMK kita menjadi motor penggerak pembangunan di daerah masing-masing,” pungkasnya.

















