Aksaraloka.com, PONTIANAK- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai melirik potensi besar Kelenteng Tengah Laut (Xuan Wu Zhen Tian) yang berlokasi di Muara Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Situs ikonik ini kini tengah masuk dalam radar pemeringkatan untuk ditingkatkan statusnya menjadi Cagar Budaya Peringkat Provinsi, 4 April 2026.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, menyatakan bahwa proses pemeringkatan ini mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Menurutnya, Kelenteng Tengah Laut memiliki keunikan yang sangat spesifik dan memenuhi kriteria teknis untuk naik kelas.
Faisal menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 43 dalam UU tersebut, suatu situs dapat ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat provinsi jika mewakili karya kreatif yang khas serta memiliki kelangkaan jenis maupun rancangan.
“Kelenteng ini bukan sekadar bangunan tua. Lokasinya yang berada di tengah laut menjadikannya unik secara rancangan dan langka jenisnya di Kalimantan Barat. Ini adalah bukti evolusi peradaban dan pertukaran budaya yang masih hidup di tengah masyarakat kita,” ujar Faisal.
Lebih lanjut, Faisal menekankan bahwa upaya pemeringkatan ini bukan sekadar urusan administrasi negara, melainkan langkah nyata dalam menjaga identitas daerah. Ia berpesan agar masyarakat dan pemangku kepentingan terus menjaga kelestarian situs ini.
Ada tiga poin utama yang menjadi fokus dalam pengembangan ke depan, terkait kelestarian budaya, melindungi nilai-nilai sejarah agar tidak tergerus zaman, destinasi wisata untuk meningkatkan daya tarik kunjungan wisata yang dapat berdampak pada ekonomi lokal di Kubu Raya dan nilai religi, yakni menghormati fungsi utama kelenteng sebagai tempat ibadah yang tenang dan sakral bagi umat yang merayakannya.
“Jika statusnya naik menjadi peringkat provinsi, maka perhatian terhadap pelestarian dan pengembangannya akan semakin besar. Kita ingin Kelenteng Xuan Wu Zhen Tian ini menjadi simbol harmoni antara nilai religi dan potensi wisata bahari di Kalimantan Barat,” tutupnya.
















