banner 468x60
Uncategorized

Sejumlah SPPG di Kalbar Terancam Stop Sementara

×

Sejumlah SPPG di Kalbar Terancam Stop Sementara

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Barat terancam menghentikan operasional sementara akibat dana operasional yang belum masuk ke rekening masing-masing satuan kerja, Senin 8 Juni 2026.

Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, mengakui masih terdapat beberapa SPPG yang belum menerima pencairan anggaran.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu layanan jika dana tidak segera masuk.

“Sampai hari ini yang sudah mendapatkan SK operasional dan telah beroperasi ada 510 SPPG aglomerasi. Hanya saja belum semuanya bisa operasional, terutama SPPG yang baru karena masih menunggu pembuatan virtual account dan instruksi operasional dari BGN,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, isu penghentian operasional SPPG yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia belum terjadi di Kalimantan Barat.

Namun, kendala pencairan anggaran tetap menjadi perhatian serius.

“Khusus di Kalbar, SPPG tetap operasional seperti biasa. Hanya masih ada beberapa SPPG yang memang uangnya belum masuk,” katanya.

Menurut Agus, data SPPG yang belum menerima dana telah dihimpun dan dilaporkan berdasarkan kabupaten/kota.

BGN Kalbar berharap pencairan dapat dilakukan secepatnya agar pelayanan tidak terganggu.

“Data-data SPPG yang belum masuk uangnya sudah didata dan semoga hari ini uangnya sudah masuk,” ujarnya.

Meski demikian, Agus menegaskan operasional SPPG tidak dapat dipaksakan apabila dana belum tersedia karena pengelola tidak memungkinkan menggunakan dana talangan untuk menjalankan program.

“Kita lihat hari ini. Jika uangnya sudah masuk maka operasional tetap lanjut. Untuk sementara tetap berjalan seperti biasa. Namun jika belum masuk, maka harus off sementara karena tidak bisa menggunakan dana talangan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan layanan makan bergizi di sejumlah wilayah Kalbar apabila persoalan pencairan anggaran tidak segera diselesaikan.

Pasalnya, operasional SPPG sangat bergantung pada ketersediaan dana yang disalurkan pemerintah pusat.