Aksaraloka.com, PONTIANAK– Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Sy Faisal Indahmawan Alkadri, mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Ngarurut Padi, sebuah warisan budaya khas masyarakat Dayak Kanayant, 5 April 2026.
Menurut Faisal, tradisi Ngarurut—prosesi memanen atau mengambil bulir padi dari tangkainya—bukan sekadar aktivitas pertanian musiman, melainkan simbol kearifan lokal yang sarat akan makna filosofis kehidupan.
Faisal menekankan bahwa dari prosesi ini, masyarakat dapat memetik pelajaran berharga mengenai kerendahan hati. Ia mengutip filosofi “Ilmu Padi” yang sangat lekat dengan budaya agraris di Kalimantan Barat.
“Dari padi kita belajar, semakin berisi tangkainya, maka ia akan semakin merunduk. Ini adalah pesan mendalam bagi kita semua agar senantiasa rendah hati meskipun memiliki kemampuan atau pencapaian yang tinggi,” ujar Sy Faisal.
Beliau menambahkan bahwa sifat rendah hati ini harus dibarengi dengan semangat untuk terus memberikan manfaat bagi sesama, sebagaimana padi yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang.
Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa tradisi Ngarurut mencerminkan kuatnya ikatan sosial dan semangat gotong royong masyarakat Dayak Kanayant. Tradisi ini biasanya dilakukan bersama-sama, yang menunjukkan bahwa beratnya pekerjaan akan terasa ringan jika dikerjakan dengan kebersamaan.
“Budaya ini mengajarkan kita tentang kemampuan beradaptasi dengan alam dan senantiasa bersyukur atas hasil bumi yang diberikan Tuhan. Inilah kearifan lokal yang menjadi benteng karakter bangsa,” imbuhnya.
Disdikbud Kalbar berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya pelestarian kebudayaan seperti ini agar tidak tergerus zaman. Faisal berharap generasi muda tidak hanya melihat Ngarurut sebagai proses fisik semata, tetapi mampu menyerap nilai-nilai etika dan moral di dalamnya.
“Pesan tradisi ini sangat relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat Kalimantan Barat yang multietnis,” pungkasnya.

















