MEMPAWAH – Kabupaten Mempawah hanya mendapat kuota 12 jemaah haji pada 2026. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan perkiraan kuota tahun depan yang mencapai sekitar 250 calon jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mempawah, H. Mulyadi, mengatakan perubahan mekanisme penentuan kuota menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sedikitnya jemaah Mempawah yang berangkat tahun ini.
Perubahan tersebut menyusul Undang-Undang Haji Nomor 14 Tahun 2025. Penentuan kuota kini tidak lagi menggunakan proporsi jumlah penduduk muslim di masing-masing kabupaten/kota, tetapi berdasarkan nomor urut tahun pendaftaran.
“Untuk tahun 2026 ini, rata-rata jemaah yang berangkat merupakan pendaftar tahun 2013 dan sebagian kecil awal tahun 2014. Kabupaten Mempawah hanya memperoleh kuota sebanyak 12 orang setelah melalui proses verifikasi,” ujar Mulyadi saat pelepasan jemaah calon haji Kloter 18 di Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Jumat (8/5/2026).
Dari 12 jemaah tersebut, tujuh perempuan dan lima laki-laki. Jemaah tertua berusia 86 tahun atas nama Halifah, sedangkan jemaah termuda berusia 44 tahun.
Mulyadi mengatakan, berdasarkan pengecekan melalui aplikasi 1Haji dan situs Haji.go.id, jumlah calon jemaah Mempawah yang berpotensi berangkat pada 2027 diperkirakan jauh lebih besar, yakni sekitar 250 orang.
Namun, angka tersebut belum final. Penetapan kuota masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi dan Surat Keputusan Menteri Haji dan Umrah mengenai kuota haji 2027.
“Finalnya nanti tetap menunggu penetapan kuota dari Pemerintah Arab Saudi serta Surat Keputusan Menteri Haji dan Umrah terkait penentuan kuota tahun 2027,” katanya.
Pemkab Tetap Fasilitasi Jemaah
Meski hanya 12 jemaah yang berangkat tahun ini, Pemerintah Kabupaten Mempawah tetap memberikan dukungan terhadap keberangkatan mereka.
Bupati Mempawah Erlina melepas langsung keberangkatan jemaah yang tergabung dalam Kloter 18 Tahun Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Pemkab Mempawah juga menanggung biaya lokal sebesar Rp7.185.000 untuk setiap jemaah.
Erlina mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah agar jemaah dapat menjalankan rangkaian perjalanan ibadah dengan lebih lancar.
“Walaupun jumlah jemaah tahun ini relatif sedikit, pelayanan tetap kami berikan secara maksimal. Bantuan biaya lokal ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para jemaah dan mendukung kelancaran perjalanan ibadah mereka,” ujar Erlina.
Ia meminta para jemaah menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas selama berada di Tanah Suci.
Erlina juga berpesan agar jemaah menjaga kekompakan serta nama baik Kabupaten Mempawah selama menjalankan ibadah haji.
“Mari kita berdoa semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” katanya.

















