MEMPAWAH – Abdul Malik resmi menjalankan tugas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mempawah menggantikan Ismail yang telah menjabat sejak 2019.
Pergantian tersebut ditandai dengan acara pisah sambut yang dihadiri Bupati Mempawah Erlina dan Wakil Bupati Juli Suryadi di Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Rabu (3/6/2026) malam.
Abdul Malik sebelumnya dilantik Erlina sebagai Sekda definitif pada Selasa (2/6/2026). Ia kini menghadapi tugas untuk mengonsolidasikan birokrasi sekaligus memastikan koordinasi antarperangkat daerah berjalan efektif.
Bupati Erlina meminta Sekda baru memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), menjaga disiplin organisasi, serta mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah daerah.
“Saya berharap Sekretaris Daerah dapat menjadi penguat koordinasi lintas perangkat daerah, menjaga disiplin organisasi, mempercepat pelaksanaan program prioritas daerah, serta menjadi teladan dalam integritas, profesionalisme, dan pelayanan,” ujar Erlina.
Sementara kepada Ismail, Erlina menyampaikan apresiasi atas pengabdian selama tujuh tahun memimpin birokrasi Kabupaten Mempawah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah dan pribadi, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Drs. H. Ismail, M.M. atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, serta pengabdian yang telah diberikan selama mengemban amanah di Kabupaten Mempawah,” katanya.
Menurut Erlina, posisi Sekda memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pemerintah daerah dapat diterjemahkan dan dijalankan oleh perangkat daerah. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran birokrasi menjaga soliditas dan menghindari ego sektoral.
“Yang kita layani adalah masyarakat, yang kita perjuangkan adalah kemajuan Kabupaten Mempawah, dan yang kita jaga adalah kepercayaan publik,” kata Erlina.
Ia mengajak jajaran Pemkab Mempawah bekerja lebih cepat, responsif, kolaboratif, dan terukur dalam menjalankan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
Acara pisah sambut tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, sejumlah Sekda kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, serta tokoh agama dan masyarakat.

















