banner 468x60
INFO MEMPAWAH

19 Layanan Dibawa ke Desa Sambora Lewat Gema Membangun Desa

×

19 Layanan Dibawa ke Desa Sambora Lewat Gema Membangun Desa

Sebarkan artikel ini

MEMPAWAH – Warga Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, tidak perlu jauh-jauh ke pusat pemerintahan untuk mengakses sejumlah layanan publik. Selama dua hari, 19 jenis layanan dibuka langsung di desa tersebut melalui program Gema Membangun Desa (GMD) Kalimantan Barat 2026.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada 7–8 Mei 2026 itu menghadirkan layanan mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, BPJS, hingga pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Masyarakat juga mendapat akses pangan murah, operasi pasar, bazar telur murah, pelayanan KB gratis, sertifikasi halal, perpustakaan keliling, literasi digital, bantuan sosial, serta pembagian bibit tanaman dan bibit buah.

Bupati Mempawah Erlina mengatakan, membawa layanan langsung ke desa penting untuk memangkas jarak masyarakat dengan pemerintah. Terlebih, tidak semua warga memiliki kemudahan untuk mendatangi pusat pelayanan di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga pemerintah desa agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Erlina.

Menurutnya, pemerintah desa merupakan ujung tombak pelayanan karena paling dekat dengan masyarakat. Sementara pemerintah kabupaten dan provinsi memiliki peran untuk memastikan kebutuhan warga di tingkat desa dapat ditangani melalui program dan layanan yang tersedia.

Erlina mengapresiasi Desa Sambora yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan GMD tahun ini. Menurut dia, kehadiran berbagai layanan dalam satu kegiatan membuat masyarakat dapat mengakses kebutuhan pelayanan secara lebih mudah.

“Apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas dukungan melalui program Gema Membangun Desa ini. Kehadiran pemerintah provinsi hari ini bukan hanya membawa bantuan fisik dan layanan administrasi, tetapi juga membawa semangat baru bagi kami di tingkat kabupaten dan desa,” katanya.

Selain pelayanan publik, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui pangan murah, operasi pasar, dan bazar telur murah.

Program GMD di Desa Sambora melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah Kabupaten Mempawah, pemerintah desa, BUMN, BUMD, serta sejumlah mitra lainnya.

Erlina berharap pola pelayanan langsung seperti ini dapat terus dilakukan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, terutama warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan.

“Pembangunan dan pelayanan harus dirasakan masyarakat sampai ke desa,” ujarnya.