banner 468x60
Politik

Ambalat Pontianak Akan Ditata Ulang, Edi Kamtono Targetkan Hilangkan Kesan Kumuh

×

Ambalat Pontianak Akan Ditata Ulang, Edi Kamtono Targetkan Hilangkan Kesan Kumuh

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka com, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak mulai melakukan penataan ulang kawasan Ambalat di Jalan Budi Karya, Kecamatan Pontianak Selatan.

Kawasan yang menghubungkan simpang Jalan Gajah Mada hingga Jalan Imam Bonjol itu dinilai perlu dibenahi karena kerap mengalami genangan air, kerusakan jalan, hingga persoalan ketertiban lingkungan.

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, mengatakan Pemkot Pontianak telah menyiapkan desain penataan kawasan tersebut dan saat ini proses lelang pekerjaan tengah berjalan.

“Untuk penataan Jalan Budi Karya yang menghubungkan persimpangan Jalan Gajah Mada ke Jalan Imam Bonjol atau yang masyarakat sebut kawasan Ambalat, kita sudah memiliki desain penataan,” ujarnya.

Menurut Edi, penataan dilakukan karena kawasan tersebut sering mengalami genangan saat hujan dan kondisi jalannya rusak.

Selain itu, kawasan Ambalat juga merupakan akses menuju hotel berbintang serta berada di kawasan tepian sungai yang cukup strategis.

“Tahun ini kita sudah menganggarkan dan sedang proses tender untuk penataan saluran, trotoar, jalan serta penerangan jalan,” katanya.

Ia berharap, setelah proses penataan selesai, kawasan Ambalat tidak lagi menimbulkan kesan kumuh maupun citra negatif di tengah masyarakat.

“Penyebab kawasan itu terkesan kumuh ada beberapa faktor. Salah satunya ruko-ruko di sekitar Ambalat banyak dijadikan gudang penampungan maupun distribusi, padahal itu kawasan perumahan, termasuk komplek perumahan elit dan di sana juga ada hotel,” jelasnya.

Selain pembenahan infrastruktur, Pemkot Pontianak juga melakukan penertiban aktivitas hiburan malam di kawasan tersebut.

Sosialisasi telah dilakukan bersama aparat kepolisian dan para pelaku usaha.

“Kemarin sudah dikumpulkan di Polresta Pontianak. Mereka tidak diizinkan menyetel musik keras yang mengganggu lingkungan,” ungkap Edi.

Untuk kafe maupun tempat karaoke, Pemkot meminta aktivitas hiburan dilakukan di ruang tertutup agar tidak mengganggu warga sekitar.

“Kalau mereka mau menyetel musik baik live maupun karaoke, kita minta tertutup sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar,” tambahnya.

Tak hanya itu, Satpol PP bersama KPAID juga rutin melakukan razia terhadap anak-anak di bawah umur yang berada di kawasan tersebut hingga larut malam.

“Beberapa sudah diamankan dan dibina supaya anak-anak di bawah umur tidak berada di tempat-tempat yang tidak selayaknya, apalagi sampai lewat malam,” katanya.

Edi memastikan pengawasan terhadap kawasan Ambalat akan terus dilakukan seiring proses penataan yang kini memasuki tahap lelang pekerjaan.

“Sementara proses lelang sedang berjalan. Nanti kalau pekerjaannya sudah dilaksanakan dan kawasan sudah tertata, mudah-mudahan kondisinya semakin baik,” pungkasnya.