Aksaraloka com, SAMBAS – Kepolisian Sektor (Polsek) Tebas bergerak cepat mengamankan seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) setelah mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis parang di Desa Makrampai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kamis (18/6/2026) pagi.
Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kapolsek Tebas IPTU Eko Zaenudin mengatakan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 07.20 WIB setelah warga melaporkan adanya seorang pria yang mengayunkan parang ke arah masyarakat di sekitar lokasi.

“Menerima laporan tersebut, personel langsung menuju lokasi untuk mencegah terjadinya korban dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif,” ujar IPTU Eko.
Tim yang terdiri dari personel piket, Kepala SPK, Kepala Jaga, Piket Bawas, dan Piket Intelkam kemudian bergerak menggunakan kendaraan patroli menuju Desa Makrampai.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan pria tersebut berada di Pos Kamling desa sambil memegang sebilah parang.
Sejumlah warga tampak menjauh dan merasa khawatir dengan tindakan yang dilakukan pria itu.
Petugas sempat mengedepankan pendekatan persuasif dengan meminta yang bersangkutan menyerahkan senjata tajam yang dibawanya.
Namun imbauan tersebut tidak diindahkan sehingga polisi terpaksa melakukan tindakan pengamanan.
Dalam proses pengamanan, sempat terjadi perebutan parang antara petugas dan pria tersebut. Berkat kesigapan aparat, senjata tajam berhasil diamankan sebelum menimbulkan korban.
Pria itu juga sempat melakukan perlawanan saat hendak diborgol menggunakan borgol plastik.
Namun, dengan bantuan masyarakat, situasi berhasil dikendalikan dan yang bersangkutan dapat diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Sekitar pukul 07.50 WIB, pria tersebut dibawa ke Mapolsek Tebas untuk diamankan sementara sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Tebas menegaskan bahwa langkah cepat yang dilakukan personelnya merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Penanganan terhadap warga yang diduga mengalami gangguan kejiwaan juga dilakukan secara humanis dengan tetap mengutamakan keselamatan semua pihak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan kejadian serupa agar dapat ditangani secara cepat, tepat, dan aman,” pungkasnya.











