banner 468x60
Sambas

Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Wisata Sambas, Diduga Lepas dari Pengawasan Keluarga

×

Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Wisata Sambas, Diduga Lepas dari Pengawasan Keluarga

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, SAMBAS – Keceriaan liburan berubah menjadi duka mendalam. Seorang bocah perempuan berinisial B (7), warga Dusun Matang Putus, Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kolam renang wisata di Dusun Rambi, Desa Saing Rambi, Kecamatan Sambas, Minggu (21/6/2026) siang.

Korban diduga tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB saat berada di kawasan wisata air bersama keluarganya.

Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan, berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban sebelumnya bermain di kolam renang anak dan menikmati wahana seluncuran.

Namun, setelah itu korban diduga berpindah ke kolam renang dewasa tanpa diketahui ibu maupun anggota keluarganya yang berada di lokasi wisata tersebut.

“Korban ditemukan dalam keadaan tidak bergerak dengan posisi terlungkup di dasar kolam renang dewasa yang memiliki kedalaman sekitar 105 hingga 175 sentimeter,” ujar AKP Sadoko.

Mengetahui kejadian tersebut, pihak pengelola bersama keluarga segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke RS Santa Elisabeth Sambas untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan diagnosis awal, korban diduga meninggal akibat tenggelam di kolam renang.

Sementara itu, polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan keterangan guna memastikan kronologi dan penyebab peristiwa tersebut.

“Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga tidak dapat berenang dan tenggelam saat berada di kolam dewasa yang kedalaman airnya melebihi tinggi badan korban,” jelasnya.

Polres Sambas masih terus mendalami peristiwa tersebut. Kepolisian juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di tempat wisata air.

“Kami turut berduka cita kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” tutup AKP Sadoko.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di area kolam renang maupun destinasi wisata air lainnya.