PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meminta PT PLN (Persero) segera menuntaskan perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan teknis.
Desakan itu disampaikan menyusul pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah daerah dan berlangsung hingga lima sampai enam jam.
Ria Norsan mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan penyebab terganggunya pasokan listrik di Kalimantan Barat. Bahkan, pihaknya juga sempat berkomunikasi dengan Pertamina guna memastikan tidak ada persoalan pada pasokan bahan bakar.
Namun, dari hasil koordinasi tersebut diketahui pemadaman terjadi akibat kerusakan pada salah satu mesin pembangkit.
“Kita sudah menyampaikan kepada PLN, juga kepada Pertamina, takutnya ada hubungannya dengan pasokan minyak. Tapi ternyata dikonfirmasi bahwa ada mesin yang mengalami kerusakan,” ujar Norsan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut karena telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Selain mengganggu kegiatan rumah tangga, pemadaman yang berlangsung berjam-jam juga memengaruhi pelayanan publik dan aktivitas ekonomi.
Ia mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat yang harus mengalami pemadaman selama lima hingga enam jam dalam sehari.
Karena itu, Gubernur meminta manajemen PLN mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki agar proses perbaikan dapat dipercepat dan pasokan listrik segera kembali normal.
“Saya minta tolong kepada pimpinan PLN untuk sesegera mungkin memperbaiki mesin yang rusak itu. Kasihan masyarakat yang terkena imbas matinya listrik sampai lima hingga enam jam,” tegasnya.
Ria Norsan berharap proses pemulihan sistem kelistrikan tidak memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan sehingga masyarakat tidak terus-menerus menjadi pihak yang menanggung dampak gangguan tersebut.
Sebelumnya, PLN menyatakan gangguan kelistrikan di Kalimantan Barat disebabkan kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar. Perusahaan memperkirakan proses perbaikan membutuhkan waktu sekitar tujuh hari dan selama masa pemulihan masih menerapkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah untuk menjaga keandalan sistem.
















