banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Ria Norsan: Kemerdekaan Tak Cukup Dirayakan, Harus Diisi dan Dipahami

×

Ria Norsan: Kemerdekaan Tak Cukup Dirayakan, Harus Diisi dan Dipahami

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengajak masyarakat menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus memahami kembali sejarah perjuangan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Norsan setelah memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (17/8/2026).

Menurut Norsan, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan. Karena itu, generasi sekarang memiliki bentuk perjuangan yang berbeda, yakni mengisi kemerdekaan melalui karya dan kontribusi di bidang masing-masing.

“Kalau sekarang kita tidak berjuang dengan bambu runcing lagi, tidak berjuang dengan senjata lagi, tetapi mari kita berjuang dengan mengisi kemerdekaan di segala bidang sesuai dengan profesi kita masing-masing,” ujar Norsan.

Ia berharap semangat tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan persatuan, toleransi, dan gotong royong. Menurutnya, Kalimantan Barat harus terus bergerak dan tidak kehilangan semangat untuk membangun daerah.

“Di usia 81 tahun, Kalimantan Barat harus terus bergerak. Mari kita jaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong. Kepada seluruh masyarakat Kalbar, mari kita jadikan momentum ini untuk bangkit, berinovasi, dan membangun daerah dengan hati. Merdeka!” katanya.

Di sisi lain, Norsan menilai pembangunan masa depan juga harus dibarengi dengan pemahaman terhadap masa lalu. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan pengetahuan tentang sejarah perjuangan Indonesia.

Ia kembali mengutip pesan Presiden Soekarno tentang “Jasmerah”, yakni jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Norsan menilai pembelajaran sejarah perjuangan bangsa perlu diperkuat kembali. Ia mengenang adanya Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) yang pernah diajarkan pada masa sekolahnya.

“Kalau dulu zaman saya ada pelajaran namanya Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB), dan sekarang kan tidak ada lagi. Maka itu harus kita hidupkan kembali,” ujarnya.

Menurut dia, pemahaman sejarah penting agar generasi muda mengetahui pengorbanan yang dilakukan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan.

“Nanti anak-anak kita tidak tahu sejarah bangsanya sendiri. Maka mari kaum muda, anak-anak generasi muda, jangan lupa kita membaca sejarah ini, sejarah bangsa kita, supaya kita tahu perjuangan dan pengorbanan bangsa kita untuk memerdekakan bangsa ini,” katanya.

Upacara HUT ke-81 RI di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar berlangsung khidmat. Pengibaran Sang Merah Putih dilakukan Paskibraka Provinsi Kalbar yang telah dikukuhkan sebelumnya.

Utin Lauran Himalaya dari SMA Negeri 2 Putussibau dipercaya sebagai pembawa baki. Dwi Archiles Pane bertugas sebagai pembentang bendera, Riski Saputra Yohanes dari SMA Karya Sekadau sebagai pemegang bendera, dan Arjuna Putra Sriwijaya dari SMAN 1 Pontianak sebagai pengerek bendera.

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Sekretaris Daerah Kalbar Harisson, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, TNI-Polri, ASN, pelajar, tokoh masyarakat, insan pers, serta tamu undangan.